Thursday, November 17, 2016

Artikel ini membahas tentang Ciri-ciri Teater Tradisional. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Ciri-ciri Teater Tradisional


Ciri-ciri utama Teater Tradisional :
a. Menggunakan bahasa daerah.
b. Ada unsur nyanyian dan tarian.
c. Diiringi tetabuhaan (musik daerah).
d. Dagelan/banyolan selalu mewarnai.
e. Dilakukan secara improvisasi.
f. Adanya keakraban antara pemain dan penonton.
g. Suasana santai.

Sumber : http://sma-senibudaya.blogspot.co.id/2015/01/jenis-jenis-teater-di-indonesia.html




Artikel ini membahas tentang Pengertian Budaya dan Kebudayaan. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Budaya dan Kebudayaan

Negara Indonesia kaya akan budaya. Apakah anda sudah mengetahui pengertian budaya dan Kebudayaan?

A. Pengertian Budaya

Kata Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta, Budhayah, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, adalah bagian tidak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Dengan demikian budaya dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal dan cara hidup yang selalu berubah dan berkembang dari waktu ke waktu. Ada pendapat lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya yang berarti daya dari budi.

Menurut pengertian budaya, ada beberapa unsur pembentuk budaya seperti berikut ini:
Bahasa adalah cara seseorang berkomunikasi dengan yang lainnya. Bahasa pada suatu daerah diwariskan dari generasi awal sampai generasi akhir meskipun terdapat perubahan. Contohnya adalah bahasa jawa yang diturunkan sejak lama
Sistem agama. Agama juga ‘diwariskan’ dari satu generasi ke generasi lainnya. Bukan hal yang aneh mengapa sistem agama masuk ke dalam unsur pembentuk budaya
Seperti kita tahu bahwa di Indonesia ada banyak bangunan berbeda-beda pada tiap daerah itu. Hal ini yang membedakan budaya disuatu daerah dengan daerah yang lain.

B. Pengertian Kebudayaan

Dalam hal ini, Prof. Dr. Koentjoroningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusiadalam rangka kehidupanbermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Hal itu berarti bahwa nyaris seluruh tindakan manusia adalah kebudayaan sebab hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang tidak perlu dibiasakan dengan belajar, seperti tindakan naluri, refleks, beberapa tindakan akibat proses fisiologi, atau kelakuan apabila dia sedang membabi buta. Bahkan tidankan manusia yang adalah kemampuan naluri yang terbawa oleh makhluk manusia dalamgennya bersamanya (seperti makan, minum, atau berjalan), juga dirombak olehnya menjadi tindakan yang berkebudayaan.
Pengertian Budaya dan Kebudayaan

Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia pada dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang adalah bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi bermacam-macam rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Malinowski menyebutkan bahwa kebudayaan pada prinsipnya berdasar atas bermacam-macam system kebutuhan manusia. Tiap tingkat kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. Misalnya, guna memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatannya maka timbul kebudayaan yang berupa perlindungan, yakni seperangkat budaya dalam bentuk tertentu, seperti lembaga kemasyarakatan.

E.B Taylor (1873:30) dalam bukunya Primitive Culture kebudayaan adalah suatu satu kesatuan atau jalinan kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, susila, hokum, adat-istiadat dan kesanggupan-kesanggupan lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

C. Perbedaan Budaya dan Kebudayaan

Dari tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara budaya dan kebudayaan adalah bahwa budaya itu adalah cipta, rasa dan karsa suatu masyarakat, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa masyarakat itu.

D. Hubungan Budaya, Kebudayaan dan Sejarah

Sudah jelas dan pasti bahwa budaya atau kebudayaan itu mempunyai sejarah sebagaimana ilmu-ilmu yang lain. Budaya dan kebudayaan adalah salah satu ruang lingkup sejarah. Tanpa ada sejarah budaya atau kebudayaan, maka kita tak akan tahu asal atau awal mula muncul dan perkembangannya. Misalnya saja, sejarah budaya Hindu dan Budha di Indonesia atau sejarah budaya Islam di Indonesia. Dengan melihat atau membaca sejarah, maka kita jadi tahu bagaimana sebuah kebudayaan Hindhu-Budha, Islam, Kristen dll berkembang di Indonesia. Jadi sejarah dan budaya atau kebudayaan itu sangat berkaitan dan penting untuk dipelajari agar kita tahu mana yang benar-benar budaya asli bangsa Indonesia, dan mana yang campuran (akulturasi/asimilasi). Begitupun juga dengan sejarah budaya atau kebudayaan bangsa lain, tidak ada salahnya untuk kita baca sejarahnya.




Wednesday, November 16, 2016

Artikel ini membahas tentang Fungsi Kritik Teater . Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Fungsi Kritik Teater


Kritik hadir dan diterima di tengah-tengah masyarakat, karena kritik memberikan manfaat dan memiliki fungsi bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, antara lain; kreator seni, karya seni dan pembaca.

Fungsi kritik dalam karya Teater dapat dikemukanan sebagai berikut. Fungsi sosial, artinya kritik yang ada dan dilakukan kritikus memberikan dampak pencitraan terhadap kritikus sendiri, terbina, terpeliharanya budaya menulis dan sekaligus mendorong munculnya kritikus-kritikus Teater. Fungsi apresiatif, artinya kritik dalam bentuk ulasan yang berbobot dan komunikatif menjadi media pembelajaran masyarakat dalam mendorong peningkatan apresiasi Karya seni sebagai objek apresiasi sekaligus subjek bagi pelakunya.

Fungsi edukasi, artinya mengandung unsur pendidikan dan pembelajaran (dari tidak tahu menjadi tahu) bagi pembaca, penonton maupun bagi para pelakunya teater dalam memaknai dan mewarnai kehidupan ini agar hidup lebih optimis dan bergairah serta menempatkan manusia sebagai subjek di dalam mengejar suatu martabat manusia dengan lingkungannya.
Fungsi Kritik Teater

Fungsi prestasi, artinya sebagai ajang aktualisasi diri, eksistensi diri, penghargaaan diri melalui aktifitas dan kreativitas seni yang dikomunikasikan kepada penontonnya. Dengan kata lain bahwa fungsi prestasi dalam seni, yakni suatu penghargaan yang diberikan kepada seniman, kreator seni, pelaku seni, siswa atas kemampuannya berkreasi seni sebagai aktualisasi diri, pribadi siswa termasuk di dalamnya prestasi lembaga dan sekolah.

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Jenis Kritik Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Jenis Kritik Teater


Pendapat Jassin bahwa “ kritik ialah penerangan dan penghakiman “. Merujuk pendapat Jassin, dalam melakukan kritik terhadap karya seni, karya Teater, setidak seorang kritikus harus memberikan suatu gambaran menyeluruh, keterangan-keterangan, penjelasan-penjelasan yang mengarah pada penilaian objektif, berimbang agar tidak terjadi salah paham. Kenyataanya tidaklah demikian karena di dalam kritik seni hadirnya keputusan-keputusan berupa tanggapan, ulasan untuk pembaca dan kreatornya melibatkan unsur subjektif kritikus.

Kritik dalam karya Teater tidak dapat lepas dari sifat subjektif seorang penulis kritik, sehingga tidak mustahil kritik yang terjadi akan berkembang sikap menerima atau menolak. Akhirnya terjadilah perbedaan sudut pandang dalam menilai, kritik antara karya teater yang dikritik seharusnya bersifat membangun, malah justru terjadi sebaliknya.

Kritik dalam karya seni dapat dibedakan: Kritik yang membangun (konstruktif), dan kritik yang menjatuhkan (destruktif).

  1. Kritik konstruktif, artinya kritik dilakukan oleh kritikus teater berisi ulasan dan tanggapan tentang karya Teater dengan kecenderung bersifat optimis dan positif tidak menjatuhkan seniman dan membingungkan pembacanya.
  2. Kritik destruktif, artinya kritik dilakukan oleh kritikus teater berisi ulasan dan tanggapan tajam tentang karya Teater dengan kecenderung bersifat pesimis dan negative, kadangkala melemahkan semangat kreator seni.

Jenis Kritik Teater

Kritik dibutuhkan untuk membangun iklim kondusif seni teater. Seni tanpa kritik adalah kemandulan kreativitas. Kritik dilakukan oleh penonton, tetapi tidak semua penonton dapat menulis kritik, hanya seorang kritikus yang konsisten pada bidang seni tertentu yang mampu melakukannya. Kritik seni, kritik karya teater berdasarkan sumber kemunculannya, Saini KM. mengatakan kritik teater dapat dibagi dalam dua jenis ”kritik akademis dan kritik jurnalistik”,. Kritik akademis biasanya dilakukan oleh orang-orang akademisi perguruan tinggi bersifat ilmiah akademik berupa hasil-hasil penelitian; skripsi, tesis, disertasi, dst. Adapun kritik jurnalistik yakni kritik mass media dilakukan oleh kritikus seni dan para jurnalis, sebagaimana kita dapat temukan pada beberapa terbitan surat kabar, majalah, buletin dst.

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Pengertian Kritik Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Kritik Teater


Agar Kalian lebih gampang memahami Pengertian Kritik Teater, bacalah beberapa nara sumber terkait tulisan, ulasan karya teater oleh kritikus ternama. Selanjutnya, Kalian bisa mengamati lebih lanjut dengan mengapresiasi gambar, tayangan dari video serta membaca referensi dari berbagi sumber belajar yang lain.

Pengertian kritik secara etimogis (asal usul kata) sudah banyak disinggung pada materi pembelajaran seni sebelumnya. Sekedar untuk menyegarkan kembali, kritik dapat diartikan dengan ulasan, tulisan, tanggapan, penilaian, penghargaan, pada objek yang dikritik, yakni; karya seni, karya Teater. Karya Teater sebagai Objek, sumber, bahan kritik, dapat dilakukan melalui kegiatan apresiasi langsung dan tidak langsung. Apresiasi langsung, maknanya menonton, menyaksikan pergelaran Teater di gedung pertunjukan. Adapun, apresiasi karya teater bersifat tidak langsung, Kalian dapat menonton, menyaksikan melalui pemutaran, siaran ulang karya Teater dalam bentuk rekaman video dan jejaring sosial media (internet).
Pengertian Kritik Teater

Untuk memahami mengenai kritik, pada bagian awal tepatnya pada pengantar pembelajaran kritik dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menanggapi sesuatu, yakni menilai, menghargai, karya Teater. Kritik pada karya Teater adalah proses dan produk kreatif dari seseorang melalui kepekaan; seni dan intelektualnya. Kepekaan inilah, menjadi prasyarat untuk seseorang menjadi Kritikus. Kritikus adalah orang yang melaksanakan kritik, ulasan dalam bentuk tulisan dengan objektif, tidak memihak, bijaksana, dan bertanggujawab pada karya kritiknya.

Penghargaan pada seseorang sebagai kritikus, bukan sekehendak hati. Tetapi adalah upaya panjang, terus-menerus menulis kritik dan pada akhir mampu menciptakan suatu iklim perubahan, kondusif dalam bidang ilmu yang digeluti dan dikritisinya. Salah satunya bidang Teater, sehingga melahirnya seorang “ Kritikus Teater “. Contohnya, Putu Widjaya, Teguh Karya, Arifin C, Noor, dst.

Untuk menjadi kritikus menurut pendapat H.B. Jassin, “untuk menjadi kritikus wajib ada bakat seniman sedikit banyaknya, sebab jiwa seniman hanya bisa dimengerti oleh orang yang juga memiliki bakat seni. Syarat kedua ialah jiwa besar. Kritikus yang besar ialah kritikus berjiwa besar dan sudah bisa melepaskan diri dari nafsu dengki, iri hati, benci, dan ria dalam hubungan pada seseorang.

Syarat ketiga ialah pengalaman. seorang kritikus wajib bicara atas pengalaman, supaya pendapatnya tidak dogmatis, tetap, tidak boleh diubah lagi, tapi seperti kehidupan penuh dengan serba kemungkinan dan tidak pula segera menyalahkan , membenarkan tanpa lebih dahulu melihat soal dari segala sudut.”

Seorang kritikus Teater dalam melaksanakan kritiknya, tugasnya, dia bekerja dengan menggunakan kepekaannya untuk mengetahui, menemukan, memaparkan, menjelaskan dan memahami karya Teater dalam bentuk simbol dan makna, nilai yang ditawarkan Sang Kreator pada penonton. Dalam melaksanakan kritik pada karya teater ada beberapa persyaratan sebagai unsur penting dalam membangun komunikasi kritik. Persyaratan yang di maksud dalam kritik seni, khususnya karya Teater meliputi:

  1. Kreator Teater, seniman, pembuat, pencipta teater disebut dengan Sutradara (art director).
  2. Karya seni, adalah wujud,benda, bentuk karya seni yang mengandung nilai–nilai keindahan dan nilai pesan, makna diciptakan kreator seni melalui medium diungkapkan dalam bentuk simbol.
  3. Pembaca, apresiator, penikmat seni adalah peryaratan yang tidak boleh dilupakan dalam kegiatan kritik. Kritik tanpa melibatkan unsur penonton adalah sia. Karena seni hadir untuk dinikmati, dihayati dan dihargai oleh masyarakatnya bukan untuk diri sendiri.


Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Pengertian Pergelaran Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Pergelaran Teater


Secara umum, pergelaran teater adalah proses komunikasi atau peristiwa interaksi antara karya seni dengan penontonya yang dibangun oleh suatu sistem pengelolaan, yakni manajemen seni pertunjukan. Manajemen Seni Pertunjukan dapat dipahami sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan seorang pengelola seni (pimpinan produksi) dalam memberdayakan sumber-sumber (potensi) yang ada berdasarakan fungsi-fungsi manajemen (POAC) secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan seni.

Tujuan seni di dalam manajemen seni pertunjukan, termasuk di dalamnya Teater adalah guna mencapai kualitas karya seni yang bermutu dan menjaga kesejahteraan beberapa awak pendukung pergelaran di dalamnya. Dalam hal ini, kualitas karya seni ditanggungjawabi oleh seorang Manager Artistik, dikenal dengan Sutradara. Dan kesejahteraan untuk beberapa awak pendukungnya dipercayakan kepada seseorang yang mengetahui secara ilmu dan praktik sebagai Puncak Kreativitas pengelolaan pergelaran, yakni Manager Produksi Pergelaran Teater atau Pimpinan Produksi.

Pergelaran Teater adalah puncak dari sebuah proses latihan para kreator seni dan proses kreativitas seni dari seorang sutradara. Melalui proses seni inilah Teater dapat terwujud sebagai karya seni yang perlu dikomunikasikan kepada penontonnya. Oleh sebab itu, komunikasi seni menjadi penting dan tidak terpisahkan dengan proses yang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penghargaan yang pantas diberikan kepada para kreatornya.
Pengertian Pergelaran Teater

Pergelaran Teater dalam prosesnya mulai dari perencanaan, persiapan hingga dapat dikatakan suatu tantangan dan peluang para kreator seni di dalamnya untuk bahu membahu, bekerjasama menciptakan karya seni yang tidak sedikit pengorbanannya.

Tantangan yang dihadapi oleh para kreator seni adalah proses latihan yang mereka lakukan untuk menyiapkan materi pergelaran Teater minimal tiga bulan berkonsetrasi melatih diri dengan penuh tanggungjawab pada peran masing-masing. Pada kenyataannya dengan proses latihan yang cukup memakan waktu,tidak jarang terjadi pergantian atau ke luar masuk para pemain. Hal ini, terjadi pada kreator seni yang belum mempunyai mental berkesenian. Karenanya, apakah proses penyiapan materi Teater di sekolah perlu dilakukan seperti proses berkesenian di luar sekolah, yakni minimal tiga bulan ? Jawabannya, bisa ya, bisa lebih dari pada tiga bulan dalam proses penyiapan materi Teater. Proses latihan berkesenian dapat di lakukan dengan cepat ataur lambat dalam pelaksanaan, hal ini sangat tergantung pada kemampuan keterampilan dari para kreator seni pendukungnya. Pemeranan yang memadai, pemilihan naskah yang tepat, ditunjang para penata artistik yang memadai pergelaran Teater di sekolah dapat diselenggarakan dengan efektif dan efisien dengan cara memadatkan jadwal latihan serta ditunjang kemampuan dana yang memadai.

Peluang yang memungkinkan untuk kreator seni dalam pergelaran Teater sebagai unjuk kemampuan prestasi sekaligus membekali kalian menambah pengalaman berkesenian lebih nyata dan objektif. Dengan demikian kalian tidak sebatas diberikan materi seni tetapi di beri kesempatan dalam berpenampilan di depan publik adalah pembuktian dari hasil tindakan dalam mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan panitia pergelaran. dapat pula dikatakan sebagai tahap pelaksanaan dari fungsi-fungsi manajamen, dalam tahapan: perencanaan, pengorganisasi, penggerakan dan pengawasan pada tujuan yang sudah ditetapkan panitia agar terselenggara dengan baik dan optimal.

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Contoh Kritik Seni Lukis. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Contoh Kritik Seni Lukis


Karya Lukis Mulyo Gunarso

“Ironi Dalam Sarang”

Judul karya : Ironi dalam Sarang
Nama Seniman : Mulyo Gunarso
Bahan : Cat Akrilik dan pensil di atas Kanvas
Ukuran : 140 cm x 180 cm
Tahun Pembuatan : 2008

1. Deskripsi Karya

Karya lukis oleh Gunarso yang berjudul “Ironi dalam Sarang” masih divisualisasikan dengan metaforanya yang khas yaitu bulu-bulu walaupun tidak sebagai figure sentralnya. Material subjeknya adalah gambar mengenai semut-semut yang mengerumuni sarang burung dan diatasnya dilapisi lembaran koran, didalamnya terdapat bermacam-macam macam makanan seperti, beras putih, yang diberi alas daun pisang di atasnya terdapat seekor semut, bungkusan kertas seolah dari koran bertuliskan ulah balada tradisi, potongan dari sayuran kol, satu butir telur dan juga makanan yang dibungkus plastik bening, disampingya juga terdapat nasi golong, seperti ingin menggambarkan makanan untuk kenduri. Selain itu di dalam sarang juga terdapat kerupuk dan jajanan tradisional yang juga dibungkus plastik bening, dan entah mengapa diantara sejumlah makanan yang berbau tradisional juga terdapat sebuah apel merah, minuman soda bermerek coca-cola yang tentunya bukan menggambarkan produk dalam negeri. Tumpahan coca-cola menjadi pusat krumunan semut yang datang dari segala penjuru.

Medium lukisan Gunarso adalah cat akrilik yang dikerjakan di atas kanvas berukuran 140 cm x 180 cm dengan kombinasi pensil pada backgroundnya membentuk garis vertikal. Teknik yang digunakan dominan ialah dry brush yaitu teknik sapuan kuas kering. Bentuk atau form dari karya Gunarso ialah realistik dengan gaya surealisme. Proses penciptaannya terlihat penuh persiapan dan cukup matang tercermin dari hasil karyanya yang rapi, rumit, dan tertata. Gunarso sepertinya asyik bermain-main dengan komposisi.bagaimana dia mencoba menyampaikan kegelisahanya dalam bentuk karya dua dimensi yang menyiratkan segala kegelisahan melalui torehan kuas di kanvas dengan pilihan warna- warna yang menjadi karakter dalam karya lukisnya.


2. Analisis

Makna atau isi karya seni selalu disampaikan dengan bahasa karya seni, melalui tanda atau simbol. Ungkapan rupa dan permainan simbol atau tanda tentu tidak datang begitu saja, ada api tentu ada asap. Begitu juga saat kita menganalisis sebuah karya, perlu tahu bagaimana asap itu ada, dengan kata lain, bagaimana kejadian yang melatarbelakangi penciptaan karya. Pada dasarnya tahapan ini ialah menguraikan kualitas unsur pendukung ‘subject matter’ yang sudah dihimpun dalam deskripsi.

Representasi vsual ditampilkan dengan bentuk realis yang terencana, tertata dan rapi, sesuai dengan konsep realis yang menyerupai bentuk asli suatu objek.Permainan garis pada background dengan kesan tegak, kuat berbanding terbalik dengan bulu-bulu yang entah disadarinya atau tidak. Penggunaan gelap terang warna juga sudah bisa memvisualisasikan gambar sesuai nyata, tetapi Gunarso tidak memainkan tekstur disana. Kontras warna background dengan tumpahan coca-cola yang justru jadi pusat problem justru tidak begitu terlihat jelas agak mengabur, begitu juga dengan kerumunan semut-semut sedikit terlihat mengganggu, tetapi secara keseluruhan komposisi karya Gunarso terlihat mampu sejenak menghibur mata atau pikiran kita untuk berfikir mengenai permasalahan negri ini.


3. Intepretasi

Setiap karya seni pasti mengandung makna, membawa pesan yang ingin disampaikan dan kita membutuhkan intepretasi/ penafsiran untuk memaknainya yang didahului dengan mendeskripsikan. Dalam mendeskripsikan suatu karya seni, pendapat orang membaca karya seni boleh saja sama tetapi dalam menafsir akan berbeda sebab diakibatkan oleh perbedaan sudut pandang atau paradigma.

Gunarso tidak pernah lepas dari hubunganya pada kegelisahan sosial, yang selalu menjadi isu sosial bangsa ini. Dengan bulu-bulunya yang divisualkan dalam lukisan sebagai simbol subjektif, yaitu menyimbolkan sebuah kelembutan, kehalusan, ketenangan, kedamaian atau bahkan kelembutan, kehalusan itu bisa melenakan dan menghanyutkan, sebagai contoh kehidupan yang kita rasakan di alam ini. Inspirasi bulu-bulu itu didapatnya saat dia sering melihat banyak bulu-bulu ayam berserakan.

Dalam karya ini, Gunarso mengibaratkan manusia seperti semut, yang selalu tidak puas dengan apa yang didapat, menggambarkan mengenai seorang atau kelompok dalam posisi lebih (misalnya pejabat) yang terlena oleh iming-iming negara asing, sehingga mereka sampai mengorbankan bahkan menjual “kekayaan” negerinya kepada negara asing demi kepentingan pribadi atau golonganya. Divisualkan dengan semut sebagai gambaran orang atau manusia (subjek pelaku) yang mana ia mengkerubuti tumpahan coca-cola sebagai idiom atau gambaran negeri asing. Gunarso ingin mengatakan mengenai ironi semut yang mengkerubuti makanan, gula, sekarang mengkerubuti sesuatu yang asing baginya, walaupun cukup ganjal sebab semut memang sudah biasa dengan mengekerubuti soft drink coca-cola yang rasanya manis. Mungkin Gunarso mengibaratkan semut tadi sebagai semut Indonesia yang sebelumnya belum mengenal soft drink, sedangkan sarang burung sebagai gambaran rumah tempat kita tinggal (negeri ini), yang ironisnya lagi dalam sarang terdapat makanan gambaran sebuah tradisi yang bercampur dengan produk asing yang nyatanya lebih diminati.

Dalam berkarya gunarso mampu mengemas karyanya hingga mempunyai karakter tersendiri yang mencerminkan bagian dari kegelisahan, latar belakang serta konflik yang disadurkan kepada audiens, bagaimana ia mampu menarik dan memancing audiens untuk berinteraksi secara langsung dan mencoba mengajak berfikir mengenai apa yang dirasakan olehnya mengenai issu yang terjadi di dalam negerinya, kegelisahan mengenai segala sesuatu yang lambat laun berubah.

Perkembangan zaman yang begitu cepat, menuntut kita untuk beradaptasi dan menempatkan diri untuk berada di tengahnya , namun itu semua secara tidak kita sadari baik itu karakter sosial masyarakat, gaya hidup dan lain sebagainya dari barat tentunya, masuk tanpa filter di tengah-tengah kita, seperti contoh, pembangunan gedung dan Mall oleh orang asing di negeri kita ini begitu juga dengan minimarket, café yang berbasis franshise dari luar negri sebenarnya adalah gerbang pintu masuk untuk menjadikan rakyat Indonesia semakin konsumtif dan meninggalkan budayanya sendiri. Hal itu berakibat pada nasib kehidupan makhluk di sekeliling kita atau lingkungan di sekitar kita. Gunarso seolah ingin memberi penyadaran kepada kita, untuk memulai menyelamatkan dan melestarikannya, siapa lagi kalau tidak dimulai dari kita?


4. Penilaian

Penilaian sebuah karya seni bukan berbicara tentang baik atau buruk, salah atau benar melainkan tentang pemaknaan itu meyakinkan atau tidak. Karya seni dapat dinilai dengan bermacam-macam kriteria dan aspek, Barret, menyederhanakan penilaian karya seni ke dalam 4 kategori yaitu realisme, ekspresionisme, formalism, dan instrumentalisme. Untuk karya Gunarso kali ini, penilaian yang akan digunakan ialah paham ekspresionisme, yang besifat subyektif, penialaian keindahan suatu karya seni tidak hanya berdasar objek yang dilukis tetapi juga menyangkut isi dan makna.

Karya seni tidak lahir dari begitu saja, selalu berkaitan, berdasar pengalaman-pengalaman yang pernah dirasakan sebagai sumber inspirasi potensial , yang dimaknai sebagai pengalaman estetik. Hasil karya sebagai representasi dari emosi-emosi modern seperti karya Gunarso, yang ingin merepresentasikan kemelut yang terjadi dalam perkembangan negeri ini, termasuk keresahannya tentang hal itu.

Coca-cola tidak selamanya manis, dan yang manis tidak selamanya dirasakan manis oleh orang yang berbeda. Semut yang pada dasarnya menyukai sesuatu yang bersifat manis sehingga menjadi hal yang sangat wajar apabila semut-semut itu lebih suka mengerumuni tumpahan coca-cola dibandingkan makanan lain yang berada dalam sarang itu meskipun masih ada satu dua semut yang mengerumuni beras dan bungkusan kerupuk.Seperti halnya manusia yang oleh Gunarso dalam karya ini digambarkan seperti semut lebih menyukai hal-hal yang yang menyenangkan dan menguntungkan untuk mereka tanpa mempedulikan akibat negatifnya walaupun itu asing untuk mereka. Akan tetapi tidak semua orang ingin merasakan hal yang sama sebab masih ada orang-orang yang tetap mempertahankan sesuatu yang sejak dulu sudah menjadi miliknya.

Dalam pembuatan karya-karyanya Gunarso seolah tidak ingin meninggalkan bulu-bulu yang menjadi metafornya walaupun dia sudah bereksperiman dengan bermacam-macam media dan tema yang berbeda ,seperti yang dilakukan para seniman-seniman ekspresionis yang menciptakan bentuk-bentuk baru tanpa meninggalkan keunikan dan individualitas mereka. Gunarso melukiskan tumpahan coca-cola sebagai pusat kerumunan semut untuk menghadirkan penekanan emosional. Penempatan coca-cola diantara makanan-makanan dalam negeri juga dibuat untuk membangkitkan emosi yang melihatnya.Kelebihan dari karya Gunarso adalah bahwa karyanya ini mempunyai komposisi warna dan penempatan objek yang enak dilihat mata, dengan warna-warna yang ditampilkannya sangat serasi dengan ide lukisan yang dia angkat.

Tetapi salah satu yang menjadi kekurangan karyanya adalah adanya bulu dalam lukisannya sepertinya sedikit menganggu, alangkah lebih baik jika Gunarso menghilangkan salah satu idiom yang terdapat dalam lukisannya, apakah itu semut-semutnya atau bulu-bulunya. Hal itu dikarenakan dengan keberadaan semut-semut sedikit menghilangkan/menutupi bulu-bulu dalam lukisannya yang menjadi ciri khas dalam setiap lukisan yang dia ciptakan.

DAFTAR PUSTAKA

Bangun C. Sem, 2001, Kritik Seni Rupa, Penerbit ITB, Bandung
Kadir, Abdul, 1975, Pengantar Estetika, Sekolah Tinggi Seni Rupa ’’ASRI‘’, Yogyakarta
Marianto M. Dwi, 2002, Seni Kritik Seni, Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, Yogyakarta
Sudarmaji,1979, Dasar kritik Seni Rupa, Dinas Museum dan Sejarah, Jakarta, Yogyakarta.

Sumber : http://sen1budaya.blogspot.co.id




Tuesday, November 15, 2016

Artikel ini membahas tentang Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari

a. Deskripsi
Banyak orang yang menduga bahwa bekal seorang kritik adalah hanya pengetahuan . kepekaan estetis merupakan sarana yang terpenting bagi seorang kritikus tari dalam melakukan tugasnya. Seorang kritikus seni harus dapat menulis dari hasil pengamatnnya secara langsung apa yang terjadi di atas panggung atau pentas. Jika tidak maka tidak dapat disebut kritik tari, melainnya hanya sebuah esai atau artikel tari.

Deskripsi adalah suatu proses pengumpulan data karya seni yang tersaji langsung kepada pengamat. Dalam mendeskripsikan karya seni, kritikus dituntut menyajikan keterangan secara objektif yang bersumber pada fakta yang terdapat dalam karya seni. Dalam seni tari, kritikus akan menguraikan bagaimana aspek penari, gerak, ekspresi, dan ilustrasi musik yang mengiringinya.

b. Analisis
Pada tahap analisis, tugas kritikus adalah menguraikan kualitas elemen seni. Paada seni tari akan menguraikan mengenai gerak, ruang, waktu, tenaga dan ekspresi pada karya seni tari tersebut.

c. Interpretasi
Interpretasi dalam kritik seni adalah proses mengemukakan arti atau makna karya seni dari hasil deskripsi dan analisis yang cermat. Kegiatan ini tidak bermaksud menemukan nilai verbal yang setara dengan pengalaman yang diberikan karya seni. Juga bukan dimaksudkan sebagai proses penilaian.

d. Evaluasi
Evaluasi karya seni dengan metode kritis berarti menetapkan rangking sebuah karya dalam hubungannya dengan karya lain yang sejenis, untuk menentukan kadar artistik dan faedah estetiknya.

Pendekatan Formalistik Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari

Kriteria kritik formalis untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form, yakni kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetik bagi pengamat seni.

a. Pendekatan Ekspresivisme
Kritik seni ekpresivisme menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan penuh gairah. Intensitas pengalaman mengandung makna, bahwa karya seni yang baik dapat menggetarkan perasaan yang lebih kuat daripada perasaan keseharian pada saat kita melihat relitas yang sama.

Membuat Tulisan Dalam Kritik Tarib. Pendekatan Instrumentalistik
Para kritikus instrumentalis berpendapat bahwa kreasi artistik tidak terletak pada kemampuan seniman untuk mengelolah material seni ataupun pada masalah internal karya seni.

Dapat dikatakan bahwa teori seni instrumentalistik menganggap seni sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian. Seni dipandang sebagai instrumen untuk mencapai tujuan tertentu, nilai seni terletak pada manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat.

Buatlah kelompok diskusi, yang terdiri dari dua orang dalam satu kelompok. Amatilah sebuah pagelaran karya seni tari yang ada di sekitar daerahmu, lalu buat tulisan mengenai pagelaran tari tersebut.

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Nilai Estetis Dalam Kritik Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Nilai Estetis Dalam Kritik Tari


Pernahkah kalian menilai sebuah karya seni? Apakah tujuan dari menilai sebuah karya seni? Nilai estetis dalam karya seni tari adalah hal yang sangat penting, dari nilai estetis sebuah karya seni seorang penonton dapat menikmati hal yang sulit diartikan dan memberikan kesenangan untuk penikmatnya. Tarian yang termasuk dalam kelompok pertunjukan adalah tarian yang ditata secara khusus untuk dapat dinikmati nilai artistiknya. Nilai estetis dalam karya seni tari tidak hanya dilihat dari gerak tari itu sendiri melainkan dilihat dari bermacam-macam aspek seni yang lain sebagai unsur pendukungnya.

Pemahaman dari seorang kritikus seni nilai estetis sangat dipengaruhi dari kepekaan rasa bagaimana penari dapat membawakan tarian dengan penuh penghayatan atau penjiwaan. Seorang penari dapat terlihat menarik sebab kostum yang digunakan menarik, mempunyai teknik menari baik, mempunyai penapilan pribadi yang mengesankan, memilliki kepekaan baik dalam ritme dan musik keberhasilan koreografi yang tepat dan bisa menggugah emosi baik pada penari atau bagi penonton.

Kepekaan estetis dapat diajarkan kepada murid dan penari melalui praktek tari atau saat mengoreksi gerakan yang dilakukan siswa atau penari. Seorang guru atau penata tari mengajarkan bagaimana seorang penari dapat melaksanakan gerak dengan baik dengan penuh penjiwaan, saling mengisi dengan iringan musik. Bagaimana menari sambil menghayati dialog dan iringan musik yang disertai adanya nyanyian dari seorang sinden atau vokalis. Bagaimana memilih bentuk dan warna kostum yang cocok dengan tarian itu, merias wajah, property tari yang digunakan dan sebagainya.

Dari kemampuan itu seorang tari dapat memberikan saran kepada atau kritikan kepada siswanya. Dengan begitu seorang murid juga dapat mempunyai bekal untuk dapat memberikan penilaian terhadat karya seni orang lain.
Nilai Estetis Dalam Kritik Tari
Tari Kotebang dari Betawi, mempunyai keunikan pada gerak yang diambil dari gerak silat

Setelah mempelajari nilai estetis pada kritik tari, tontonlah sebuah karya seni tari tradisional, cermati tarian itu dan utarakan pendapatmu tentang nilai estetis yang terdapat dalam karya seni tari itu? Diskusikan dengan teman sebangkumu!



Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Simbol Karya Tari Dalam Kritik Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Simbol Karya Tari Dalam Kritik Tari


Simbol dalam seni memiliki arti yang universal, bagaimana melihat simbol tersebut dan dimana simbol tersebut diletakkan dan dijadikan makna dalam sebuah pagelaran seni yang dipertunjukkan. Simbol dapat bermakna dan bisa diartikan, dapat pula berupa abstrak yang sulit untuk diartikan secara bahasa.

Simbol gerak tari dalam kritik tari sering diartikan bahwa tarian yang di pertunjukkan memiliki makna yang dapat ditafsirkan melalui tulisan. Seorang penulis harus bisa memahami betul mengenai makna dari sebuah tarian, sehingga dapat diaplikasikan mealui tulisan. Seorang penulis harus memiliki wawasan seni yang luas tidak hanya seni tari melainkan cabang seni yang lain juga harus dapat dipahami, karena setiap cabang seni masing-masing memiliki keterkaitan satu sama lainnya dan saling berhubungan. Simbol gerak dalam sebuah tarian ada yang memiliki arti dan ada yang tidak memiliki arti namun masih memiliki unsur keindahan. Seorang penulis harus teliti dalam hal ini, indra penglihatan sangat diutamakan dan pemahaman dalam mengartikan dari sebuah gerak tari. Apakah gerak tersebut bersifat imitasi atau imajinasi, hal tersebut juga harus dapat dipahami oleh penulis.

Simbol dapat berupa gerak tari berdasarkan imajinasi seorang penari dan dapat berupa benda yang dijadikan property tari atau hanya bersifat hiasan dengan istilah property panggung misalkan pagelaran karya tari yang menyajikan sebuah kekuasaan dapat disimbolkan dengan property kursi yang di taruh di tengan –tengah panggung. Tari canting menggunakan properti canting sebagai simbol pemaknaan bahwa penari tersebut sedang mencanting kain menjadi batik. Seorang penari yang bergerak seperti sedang menggendong bayi dan gerak tersebut dijadikan sebagai simbol pemaknaan bahwa penari tersebut sedang menggendong bayi. Banyak hal yang dapat diartikan dalam sebuah simbol.

Simbol Karya Tari Dalam Kritik Tari
Simbol pada lighting memberikan makna tersendiri dalam karya seni tari


Set dekorasi topeng yang terdapat di atas panggung mengandung makna bahwa tarian tersebut berasal dari daerah Jakarta


Simbol tari pada gerak dan properti yang digunakan mengandung makna atau arti dalam tarian

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Monday, November 14, 2016

Artikel ini membahas tentang Fungsi Kritik Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Fungsi Kritik Tari


Karya tari yang baik akan terkomunikasi dengan baik jika didukung oleh kekuatan kreatif dari seorang penari. Seorang penari yang baik tidak hanya memiliki daya pesona lahirian, tetapi memiliki kontinuitas tenaga dan mampu menghidupkan tarian dalam penghayatannya.

Peran koreografer atau penata tari juga memiliki peran yang penting dalam kreativitasnya untuk menghasilkan karya seni tari. Hasil imajinasi yang ditungkan melalui gerak tari yang indah, akan menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang koreografer. Penari dan koreografer adalah dua profesi yang tidak dapat dipisahkan dalam pertunjukan karya seni tari.

Seorang kritikus yang baik akan memberikan penilain yang baik pula terhadap karya seni yang diamati. Pengetahuan mengenai teknik gerak, struktur koreografi, produksi tari, hubungan antara gerak tari dan musik pengiring membantu tugas kritikus tari dalam menganalisa sebuah pertunjukan tari. Baik guru, seniman, maupun kritikus tari harus memiliki pengetahuan wawasan seni yang luas dalam memahami sebuah karya seni, dalam menunaikan tugas penerapan dilapangan oleh masing-masing profesi bisa sangat berbeda.
Fungsi Kritik Tari

Setelah mempelajari Fungsi kritik tari jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Sebutkan fungsi dari kritik tari? 
  2. Mengapa kritikus tari sangat diperlukan dalam sebuah pagelaran tari? Jelaskan alasanmu?


Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Jenis Kritik Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Jenis Kritik Tari

Kritik tari disebabkan karena adanya kegiatan apresiasi karya seni tari. Dalam menikmati sebuah karya seni tari perwujudan artistik dibatasi oleh waktu dalam pertunjukan. Pada saat pertunjukan itu selesai maka karya tari itupun menghlang dari pandangan penonton.

Seorang penonton yang memiliki bekal pengetahuan dan apresiasi yang baik akan mendapatkan pengalaman batin yang lebih banyak dan ia mampu melihatkarya tari tersebut dengan kritis.

Jenis kritik Seni Tari

a. Kritik Jurnalistik
Tipe kritik ini ditulis untuk para pembaca surat kabar dan majalah. Tujuannya memberikan informasi tentang berbagai peristiwa dalam dunia kesenian. Isi dari kritik Jurnalistik berupa ulasan ringkasan dan jelas mengenai suatu pameran, pementasan, konser, atau jenis pertunjukan seni lain di tengah mesyarakat. Karakteristik utama kritik Jurnalistik adalah aspek pemberitahuan.

b. Kritik Pedagogik
Kritik seni pedagogik diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan kesenian. Jenis kritik ini dikembangkan oleh para dosen dan guru kesenian, tujuannya terutama mengembangkan bakat dan potensi artistik-estetik

c. Kritik Ilmiah
Kritik ilmiah biasanya melakukan pengkajian nilai seni secara luas, mendalam, dan sistematis, baik dalam menganalisis maupun dalam melakukan kaji banding kesejarahan critical judgment. Penilaian kritik ilmiah sesungguhnya tidak bersifat mutlak, sama seperti pengetahuan lmiah lainnya, jenis kritik ini bersifat terbuka dan siap dikoreksi oleh siapa saja, demi penyempurnaan dan mencari nilai karya seni yang sebenarnya.

d. Kritik Populer
Pada dasarnya implikasi kritik seni populer ditulis oleh sebagian besar penulis yang tidak menuntut keahlian kritis. Masyarakat akan terus membuat penilaian kritis, tanpa mempertimbangkan apakah penilaian yang mereka lakukan tepat atau tidak.

Jenis Kritik TariApakah kamu pernah melihat pagelaran karya seni tari, baik melihat langsung maupun melalui media audio visual? Apakah ada pengalaman yang berbeda dari kedua tontonan tersebut dan jelaskan alasannya?

Mengkritik karya seni tari tidak hanya dilihat dari sisi tariannya saja, melainkan banyak aspek yang harus di amati, seperti musik pengiring, peghayatan dalam menari, koreografi, properti tari yang digunakan, kostum dan tata rias dan juga artistik. Kritik sering dikatakan menilai karya seni baik dan buruknya karya seni tersebut tergantung dari pemahaman dari seorang kritikus seni.

Pagelaran karya seni tari yang disaksikan secara langsung pada acara pekan kreatifitas budaya oleh remaja

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Pengertian Kritik Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Kritik Tari


Kritik sering diartikan penghargan pada karya seni yang di tonton. Apakah kalian pernah mengkritik sebuah karya seni baik itu seni tari, seni rupa, seni musik dan seni teater yang kalian tonton? Hal apa yang paling sering kalian kritisi? Apa alasan kalian mengkritik karya seni itu?

Perhatikan dan amatilah gambar dibawah ini. Apa yang dapat kalian jelaskan dari gambar pagelaran itu. Diskusikan bersama dengan teman-teman kalian.

Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah pertanyaan dibawah ini!

  1. Apakah yang dapat kalian kemukakan dari seluruh gambar diatas?
  2. Apakah perbedaan dari masing-masing gambar di atas?
  3. Adakah persamaan dari setiap masing- masing gambar?
  4. Apakah masing-masing gambar mempunyai nilai estetika?
  5. Jelaskan pendapat kalian tentang gambar no 5 & 6?

Setelah kalian mempelajari tentang kritik tari. Menurut pendapat kalian apa itu kritik tari? Apa tujuan dari kritik tari? dan apakah di dalam pertunjukan diperlukan kritikus seni? Jelaskan pendapat kamu?

Kritik berarti memberikan aprestasi pada karya seni yang dilihatnya. Dalam kritik tari timbul sebuah pertanyaan apakah yang membuat sebuah tarian baik? Tugas dari seorang kritikus adalah melaporkan segala sesuatu yang terjadi di atas pentas. Seorang kritikus wajib memiliki kepekaan estetis dan keterampilan mencermati karya seni lebih dari penonton biasa.

Sumber : Seni Budaya Kelas X / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Pergelaran Seni Tari di Sekolah. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pergelaran Seni Tari di Sekolah


Pergelaran Seni Tari di Sekolah
Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang materi di atas, silakan Anda mengerjakan latihan berikut ini

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pergelaran ! 
  2. Sebutkan tujuan pergelaran tari !
  3. Apa fungsi pergelaran tari ?
  4. Persyaratan apa saja yang membangun pergelaran tari agar terwujud ?

Kegiatan pergelaran untuk siswa adalah suatu kegiatan dalam rangka membentuk pengalaman dari kreativitas, kemampuan musikal, tanggungjawab, pengenalan jati diri terutama dalam hal karya seni.

Kesuksesan sebuah pertunjukan tidak lepas bagaimana pertunjukan itu dipertsiapkan. Untuk menghasilkan pertnjukan baik tentunya dibutuhkan persiapan yang matang. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan pertunjukan tari:

  1. Pembentukan panitia
  2. Menyusun Jadwal kegiatan Menyusun jadwal kegiatan sangat diperukan agar kegiatan dapat terlaksana dengan efektif , efisien, baik dan bermutu.
  3. Penampilan karya seni tari kelompok atau individu

Panitia adalah suatu kelompok dalam mengelola elaksanaan pada bentuk kegiatan. Paniatia tebagi menjadi dua yaitu (1) Steering Comitee (panitia pengarah) sebagai penasehat dan pemberi petunjuk kepada kelompok bawahannya dalam menjalankan tugas dan (2) Organizing Comitee (panitia peaksana) memiliki tugas melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan di lapangan

1) Pimpinan Produksi
Orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan.
2) Sekretaris Produksi
Orang yang bertanggungjawab dalam membukukan dan mencatat semua kegiatan yang berhubungan dengan produksi seni pertunjukan.
3) Bendahara
Orang yang bertanggungjawab pada semua hal yang berhubungan dengan keuangan.
4) Seksi Dokumentasi
Orang yang bertanggungjawab atas dokumentasi kegiatan.
5) Seksi Publikasi
Orang yang bertanggungjawab pada segala urusan promosi dari kegiatan pementasan pertunjukan.
6) Seksi pendanaan
Orang yang bertanggungjawab pada penyediaan dana yang dibutuhkan dalam proses dan pelaksanaan pementasan seni pertunjukan.
7) Tiketing
Orang yang bertanggungjawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan.
8) House Manager
Orang yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik.
9) Sutradara/ Koreografer
Orang yang membuat konsep dari pertunjukan, dan mengatur alur atau laku dari sebuah pertunjukan.
10)Pimpinan Artistik
Penanggungjawab artistik karya, performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis.
11)Stage Manager
Orang yang mengkordinasi seluruh bagian yang ada di panggung.
12)Penata Panggung
Tugas penata panggung adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasar prasaran dari pimpinan artistik.
13)Penata Cahaya
Tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan yang berhubungan dengan masalah pencahayaan, terang-padamnya lampu, serta bagaimana caranya mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
14)Penata Rias dan Busana
Penata Rias dan Busana adalah orang yang memiliki tugas atau tanggungjawab merias dan menata busana pemain.
15)Penata Suara
Orang yang memiliki tugas atau tanggungjawab mengatur suara atau bunyi selama pertunjukan berlangsung.
16)Penata Musik
Tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan

Kerangka Proposal Pergelaran Seni Tari di Sekolah

Agar kalian lebih memahami dalam proses Pergelaran seni tari. Buatlah proposal tari kreasi dengan tahapan seperti berikut ini:
Pergelaran Seni Tari di Sekolah

Selanjutnya buatlah jadwal latihan pergelaran tari. Masa perencanaan kurang lebuh selama tiga bulan. Perhatikan tabel dibawah ini! Berikanlah tanda dalam penentuan jadwal mulai menentukan tema sampai dengan pergelaran. Diskusikan bersama dengan teman–teman kamu.

Kamu sudah mengetahui apa saja yang wajib menjadi bahan pertimbangan dalam pergelaran seni tari. Coba sekarang susun acara pergelaran tari dan diskusikan hasil pementasan baik dengan penonton atau teman sekelas.

Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Unsur Pendukung Pergelaran Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Unsur Pendukung Pergelaran Tari


Seni tari merupakan seni yang kompleks, artinya seni tari tidak dapat berdiri sendiri, kehadiran unsur seni yang lainnya merupakan pendukung dari sebuah pergelaran seni tari. Dengan demikian tari akan mempunyai daya tarik dan pesona guna membahagiakan penonton yang menikmatinya. Unsur pendukung dalam pergelaran seni tari yaitu gerak, musik iringan, tema, tata rias dan kostum, pola lantai, tempat / pentas dan lighting.

Diawal sudah dijelaskan bahwa seni tari tidak dapat berdiri sendiri ada unsur seni yang lain sebagai pendukungnya. Peran cabang seni yang lain memberikan kekuatan pada kadar estetis dan penampilan karya seni tari. Adapun hubungan seni tari dengan cabang seni yang lain yaitu seni rupa, seni musik dan seni drama. Sekarang coba kamu klasifikasikan apa saja yang termasuk kedalam seni rupa, seni musik dan seni drama dalam pergelaran seni tari.
Unsur Pendukung Pergelaran Tari

Contoh seni tari memiliki hubungan dengan seni yang lainnya yaitu Sendratari Ramayana dan Dramatari Mahabarata. Di dalam tari sendratari atau dramatari memiliki unsur seni rupa, seni musik dan seni drama yang terdapat unsur cerita di dalamnya.

Pergelaran Topeng Betawi merupakan seni teater betawi yang diawali ceritanya dengan tarian topeng menggunakan kostum tari Betawi dan diiringi dengan musik gamelan Topeng, menggangkat cerita rakyat dengan dekorasi panggung yang sederhana.

Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Teknik dan Prosedur Pergelaran Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Teknik dan Prosedur Pergelaran Tari

Teknik dan prosedur dalam membuat pergelaran tari wajib benar-benar dilakukan dengan sistematis. Karena dengan cara dan tahapan yang cocok, pergelaran yang diadakan akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk mencapai pergelaran baik sangat diperlukan perencanaan baik pula, dengan menyusun acara baik, diperlukan strategi khusus agar penyelenggaraan pergelaran itu tetap dapat diminati dan dinikmati oleh penonton. Susunan acara yang dibuat diusahakan jangan sampai monoton, sebab akan membuat penonton menjadi bosan.

Dalam pergelaran tari selain materi yang akan dipagelarkan diperhitungkan, di perhatikan pula apakah dalam penyajian tari itu ditarikan secara tunggal, berpasangan atau kelompok. Maka susunan tarian itu wajib ditata sehingga tidak terjadi Monoton dalam menikmati pergelaran itu.

Unsur lain yang terkandung dalam pergelaran tari seperti irama (ritme), iringan, tata busana dan tata rias, tempat serta tema. Menjadi hal yang perlu di pertimbangkan, sebab suatu pertunjukan seni akan melibatkan unsur yang lain sebagai unsur pendukung.
Teknik dan Prosedur Pergelaran Tari

Setelah kalian belajar mengenai teknik dan prosedur gerak dasar tari, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!

  1. Sebutkan langkah-langkah dalam membuat pergelaran tari?
  2. Jelaskan hubungan seni tari dengan cabang seni lainnya (seni musik, seni rupa, dan seni teater)?


Tugas kelompok:
Lakukan pengamatan dan perhatikan pergelaran seni yang ada di Sekolah kamu. Jelaskan bagaimanah proses pergelaran seni itu?

Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014




Artikel ini membahas tentang Pengertian Pergelaran Karya Seni Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Pergelaran Karya Seni Tari


Pergelaran karya seni tari merupakan pertunjukan tari atau penyajian yang ditujukan kepada orang lain. Bagi siswa, pergelaran merupakan suatu proses belajar untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Di sini termasuk mengembangkan keterampilan dalam berbagai bentuk untuk memproyeksikan dirinya kepada penonton.

Penyelenggaraan pergelaran seni pada dasarnya latihan dalam berorganisasi yang memerlukan cara kerja yang sistematik. Pergelaran seni juga dijadikan sebagai kegiatan apresiasi seni untuk mengembangkan kreativitas. Mengingat bahwa kegiatan ataupun pergelaran seni tari sebagai tontonan yang melibatkan dua pihak, yaitu satu pihak yang ditonton dan pihak lain yang menonton. Tentu saja harus didukung dengan cabang seni yang lainnya, seingga pergelaran seni tersebut akan terlihat sempurna.

Pergelaran Seni Tari yang diadakan pada malam tahun baru 2014 bertempat di bundaran HI Jakarta. SMKN 57 jurusan seni tari membawakan 6 tari Betawi, Tari Saman dari Aceh, Tari Pa’Gellu dari Sulawesi dan musik Gambang Kromong. Dari pergelaran seni tari tersebut terdapat berbagai motif ragam gerak tari yang dirangkai menjadi satu bentuk tarian yang utuh sehingga memiliki nilai estetis.

Bentuk pergelaran kebudayaan yang melibatkan kurang lebih 10 penari dan 8 pemusik Gambang Kromong. Pergelaran kebudayaan yang merupakan bentuk apresiasi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan kreativitas seni budaya lokal untuk tetap mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan sehingga kebudayaan Indonesia tidak punah karena dipengaruhi dengan kemajuan teknologi, sosial dan kebudayaaan modern, sehingga kebudayaan Indonesia tetap terjaga keasliannya dan memiliki nilai estetis yang tinggi.
Pengertian Pergelaran Karya Seni Tari

Terdapat pula pergelaran Seni Tari Betawi Ronggeng Blantek, Tari Blenggo dan Tari Jakarta yang diadakan di Balai Latihan Jakarta Selatan, merupakan hasil dari proses pelatihan selama dua minggu dan dilatih langsung oleh seniman-seniman tari sehingga, peserta memperoleh secara detail ragam gerak tari yang diajarkan sesuai dengan hitungan atau ketukan pada iringan musik. Raga tari tersebut dirangkai menjadi satu bentuk tarian tradisional secara utuh lengkap dengan musik pengiring dan unsur pendukung yang lainnya.

Setelah kamu belajar tentang konsep-konsep pergelaran ragam gerak tari. Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!

  1. Apakah yang dimaksud dengan pergelaran seni tari?
  2. Apakah Fungsi dari pergelaran seni tari ?
  3. Sebutkan unsur pendukung yang terdapat pada pergelaran tari!
  4. Bagaimanakah proses dalam membuat pergelaran tari di sekolah kamu?


Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.




Artikel ini membahas tentang Mengomunikasikan Kritik Musik. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Mengomunikasikan Kritik Musik


Setelah kamu memiliki pemahaman tentang langkah-langkah dan penulisan kritik musik maka muncul pertanyaan selanjutnya: bagaimana kritik musik itu dikomunikasikan? Ya! Kritik musik tersebut dapat dilakukan secara tertulis maupun lisan. Secara tertulis, kritik musik sebaiknya memiliki sistematika penulisan yang mencakup: Pendahuluan – Deskripsi – Analisis – Interpretasi – dan, Evaluasi sebagai bahan Kesimpulan. Bagaimana kamu melakukan tahapan-tahapan itu dalam tulisan? Mari awali dengan mengunjungi suatu pertunjukan atau konser musik. Perlu diingat bahwa musik yang akan dimainkan dalam pertunjukan atau konser tersebut harus benar-benar kamu pahami dengan baik. Kemudian, buatlah catatan-catatan tentang pertunjukan musik itu yang kamu pandang penting. Setelah itu, buatlah laporan tulisan yang terdiri dari:

1.Pendahuluan 
Pada bagian pedahuluan ini kemukakan latar belakang kritik yang berhubungan dengan pengalaman yang kamu peroleh setelah menyaksikan suatu konser musik. Dalam konser musik itu, kamu berperan sebagai pendengar, bukan pemain. Genre musik dalam konser itu sebaiknya merupakan genre musik yang kamu pahami dengan baik.

2.Deskripsi
Pada bagian deskripsi ini tuliskan seluruh informasi tentang penyelenggaraan pertunjukan atau konser musik itu. Misalnya, tuliskan tanggal, waktu, dan lokasi pertunjukan, siapa pemain musiknya, apa yang kamu saksikan dalam pertunjukan itu, jenis atau genre musik apa yang dimainkan, kondisi akustik ruang pertunjukan, tata panggung, dan sebagainya yang dapat kamu amati secara konkrit.
Mengomunikasikan Kritik Musik

3.Analisis
Pada bagian Analisis fokuskan pada musik yang dimainkan. Kamu amati bagaimana cara pemain musik memainkan karya-karya musik atau lagu mereka, seperti kemampuan musikal masing-masing pemain dalam memainkan musik, mengekspresikan musik, menginterpretasikan musik, keharmonisan dan keseimbangan permainan musik, pengkalimatan (phrasing) lagu, intonasi, dan lain-lain.

4.Interpretasi
Pada bagian Interpretasi kamu harus dapat memaknai musik atau lagu yang dimainkan dalam pertunjukan musik tersebut. Pemaknaan musik yang dimainkan dalam pertunjukan yang kamu saksikan tidak dapat terjadi apabila kamu tidak memiliki pemahaman yang cukup dalam tentang musik, pencipta, nilai-nilai estetik, dan pemahaman budaya yang terjadi ketika karya musik dihasilkan. Dalam bagian ini, kamu dituntut untuk memiliki beragam referensi yang diperoleh dari beragam sumber untuk melengkapi pengetahuan yang kamu miliki sebagai upaya untuk mengungkapkan makna dari musik yang dimainkan.

5.Evaluasi
Pada bagian Evaluasi kamu baru dapat memberi penilaian terhadap pertunjukan atau konser musik yang kamu saksikan. Namun, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, penilaian yang kamu tuliskan pada bagian ini bukan berupa penilaian-penilaian pribadi atau subjektif, tetapi dilandaskan pada analisis dan interpretasi yang telah kamu lakukan dalam tahap sebelumnya.

Pahami kelima cara mengkomunikasikan kritik musik melalui tulisan di atas. Kemudian, buatlah suatu laporan kritik musik yang mencakup kelima cara tersebut.

Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.




Artikel ini membahas tentang Langkah-langkah dan Penulisan Kritik Musik. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Langkah-langkah dan Penulisan Kritik Musik


Bagaimana kritik pedagogik dilakukan dalam pembelajaran musik di sekolah? Pada hakikatnya, aktivitas kritik seni berhubungan dengan aktivitas musik yang dilakukan secara konkrit. Berdasarkan teori kritik yang dikemukakan oleh Feldman (1967), sebagaimana dikutip oleh Bangun (2001), dalam teori kritik seni dikenal empat tahap kegiatan, yaitu: deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi atau penilaian. Untuk dapat mengemukakan kritik berdasar keempat tahap atau langkah itu, terlebih dahulu kita bahas dulu masing-masing pengertiannya.

Tahap deskripsi mengacu pada suatu proses pengumpulan data yang secara langsung diperoleh oleh kritikus. Dalam tahap ini, kritikus hanya mengemukakan hasil pengamatannya pada suatu objek, yaitu musik atau pertunjukan musik. Penilaian ‘bagus’ atau ‘tidak bagus’; ‘benar’ atau ‘salah’ tidak masuk dalam tahap ini. Misalnya, mengemukakan pengamatan kritikus pada permainan musik murid lain dan mengemukakan bagaimana caranya siswa itu mengekspresikan musik yang dia mainkan. Dalam tahap ini murid yang memberi kritik tidak mengatakan bahwa permainan musik tidak ekspresif atau kurang bagus. Perhatikan contoh kritik musik dalam

Kriteria Standar
Kriteria utama musik pop adalah gampang dipahami sehingga wajib sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kebanyakan masyarakat. Musik pop ini wajib mampu menawarkan aspek identifikasi para penggemar dengan idolanya sehingga faktor non musikal tidak kalah penting, malah lebih penting (kasus terbaik adalah Madonna, sebab musiknya sendiri sangat polos dan tanpa makna apa pun, kemampuan vokal amat terbatas tetapi cara penampilan cara mempresentasikan diri sangat profesional dan menutup segala yang lain).
Pada sisi instrumentasinya semula menggunakan gitar, bas, drum set, vokal. Kemudian diperluas dengan keyboards, dan sebagainya. Akhirnya, tidak ada instrumentasi yang khas pada musik pop. Bisa saja penyanyi pop diiringi oleh orkes simfoni. Itu hanya aspek kuantitatif, bukan kualitatif. Bahkan zaman sekarang ini kebanyakan permainan perangkat musik diganti dan diprogram dengan computer sebab lebih murah dan lebih gampang untuk prinsip standarisasi.
Yang masih perlu ditambahkan di sini adalah liriknya. Teks suatu lagu pop nyaris 100% berkaitan dengan cinta dalam segala aspek. Dengan demikian, kenyataan ini cenderung memenuhi pemikiran, mimpi, khayalan kebanyakan remaja yang menganutnya.
Sumber: Dieter Mack, 2006

Perhatikan contoh di atas dan cobalah jawab pertanyaan berikut.

  1. Jelaskan tujuan penulis dalam tulisan di atas!
  2. Apakah penulisan kritik di atas menggambarkan fakta-fakta yang ada?
  3. Penjelasan Apakah di dalamnya sudah ada penilaian ‘bagus – buruk’ atau ‘benar – salah’?

Tahap analisis formal mengacu pada suatu proses analisis yang dilakukan siswa yang memberi kritik atau kritikus pada musik yang dimainkan. Dalam tahap ini, kritikus mengemukakan hasil analisisnya mengenai bunyi yang dihasilkan, baik nada, ritme, harmonisasi akor, dinamika, atau warna suara dari musik atau lagu yang dimainkan. Dengan kata lain, tahap analisis formal ini lebih menekankan pada elemen-elemen musik yang dimainkan. Perhatikan contoh kritik musik dalam tahap analisis formal:

Nyak Ina Raseuki (Ubiet): Remember Maninjau
Dampak dari pengembangan itu tidak menghilangkan gaya pop pada lagu itu sebab Ubiet tidak melaksanakan perubahan atau pengembangan secara utuh pada melodi dasar, tetapi hanya mengimprovisasi bagian awal, tengah, dan akhir lagu. Bagian untuk improvisasi yang dilakukan Ubiet sepertinya sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Dotty Nugroho sebagai pencipta lagu. Sebagai penyanyi atau pesuara, Ubiet menginterpretasikan rancangan Dotty itu dengan gaya nyanyi berornamennya yang menyebabkan lagu ini terdengar seperti perpaduan gaya pop dan etnik Minang.
Improvisasi yang dilakukan Ubiet menyebabkan lagu itu berbentuk: improvisasi 1 – A – improvisasi 2 – B – improvisasi 3 – A’ – improvisasi 4 – B’ – Coda. Ubiet tidak sekedar melaksanakan perubahan-perubahan pada lagu yang akan direproduksi, tetapi mendiskusikan terlebih dahulu dengan pengiring musiknya. Fenomena ini memperlihatkan pengetahuannya yang diperoleh melalui model analitik. Pada bagian improvisasi, yaitu bar 1 – 14 (sampai hitungan ke-2), bar 30 – 34, bar 51 – 59 (sampai hitungan ke-2), dan bar 74 (pada hitungan ke-3) – 80, Ubiet seolah-olah mengimitasi bunyi instrumen tradisional Minangkabau, saluang. Dalam suatu artikel dituliskan mengenai gaya Ubiet dalam menyanyikan lagu itu bahwa, “lagu ini tidak hanya mengingatkan pendengar pada “ranah Minang”, tetapi juga suara saluang”. Namun dalam artikel itu pula Ubiet menegaskan bahwa dia tidak meniru suara saluang, tetapi mengolah atau memanipulasi bunyi saluang secara kreatif. Ubiet menjelaskan mengenai hal itu, “..., kalau hanya meniru tanpa memanipulasinya secara kreatif, kita sebenarnya tidak melaksanakan apa-apa”. Sumber: Susi Gustina, 2012
Langkah-langkah dan Penulisan Kritik Musik

Perhatikan contoh itu dan cobalah jawab pertanyaan berikut.

  1. Jelaskan tujuan penulis dalam tulisan di atas!
  2. Elemen-elemen musik yang dikemukakan penulis dalam tulisannya ?
  3. Apakah penulisan di atas memperlihatkan pandangan analitik seorang kritikus?


Tahap interpretasi mengacu pada suatu proses saat kritikus memaknai musik berdasar pemahaman dan analisis yang sudah dilakukannya dengan teliti. Menurut Bangun (2011), tahap ini tidak juga bertujuan untuk menilai musik yang diamati. Perhatikan contoh tahap interpretasi dalam kritik musik:

Realitas Pop yang Artifisial
Hugh Mackay, pada bab Introduction, dalam bukunya mengenai kajian gaya hidup dan budaya pop yang cukup memiliki pengaruh (berjudul Consumption and Everyday Life), menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang bisa kita jadikan sebagai ciri atau penanda untuk redefinisi budaya pop dan artinya dalam kehidupan sehari-hari, yakni: waste/use up (apa yang masih ngetren atau apa yang sudah nggak musim), pleasure (sejauh mana lagu pop cukup asyik dinikmati), everyday practice (kaitan dengan pengalaman hidup sehari- hari. Misalnya lirik lagu SMS-nya Trio Macan yang akrab dengan gejala SMS-mania di kalangan anak muda) dan faktor lain yang cukup terkait, yakni related to our identity (warna musik atau makna lirik yang dianggap mewakili citra dan hasrat seseorang secara personal).
Karena itu eksistensi musik pop tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup dan fashion, sebagai ‘habitat alami’nya. Bahkan keberadaan dua unsur lain itu, gaya hidup dan fashion, akhirnya menjadi satu bagian tidak terpisahkan (istilah ngepopnya satu paket) sebagai sebuah produk kultur modernisme, dengan segenap bentuk komodifikasinya, yang di era cybernetrik ini justru semakin menjadi-jadi.
Sumber: Heru Emka, 2006

Perhatikan contoh itu dan cobalah jawab pertanyaan berikut.

  1. Jelaskan tujuan penulis dalam tulisan di atas!
  2. Makna apa yang ingin diungkapkan oleh kritikus dalam tulisan itu ?
  3. Apakah penulisan di atas memperlihatkan adanya penilaian dari kritikus?


Tahap evaluasi mengacu pada suatu proses saat kritikus menyatakan pandangan atau kritiknya pada musik yang dimainkan. Pada tahap ini lah kritikus memberi penilaian. Namun, penilaian yang diberikan oleh seorang kritikus bukan penilaian subjektif yang tidak berdasar, tetapi penilaian yang dilatarbelakangi oleh pemahaman mendalam pada musik, kemampuan menganalisis musik, dan kemampuan memaknai musik yang dimainkan. Inti dalam tahap ini adalah ‘baik’ atau ‘buruk’, ‘benar’ atau ‘salah’, atau ‘berhasil’ atau ‘gagal’. Penilaian pada ‘baik’, ‘benar’, atau ‘berhasil’ berhubungan dengan penilaian-penilaian positif yang ditemukan kritikus, sedangkan penilaian pada ‘buruk’, ‘salah’, atau ‘gagal’ berhubungan dengan penilaian-penilaian negatif. Apa pun bentuk penilaian itu, positif atau negatif, mempunyai tujuan baik dalam pembelajaran musik di sekolah, yaitu memotivasi serta mendukung potensi dan pengetahuan murid dalam bidang musik. Perhatikan kritik musik dalam tahap evaluasi berikut:
Bahwa gamelan itu asosiasinya Indonesia, sekalipun Thailand dan Filipina juga mempunyainya, tidak demikian halnya dengan karya-karya yang diilhami Indonesia tapi dengan instrumentasi non- gamelan. Debussy, Britten, de Leeuw, Poulenc, Schaat, dll, pada karya-karyanya tertentu sering membingungkan mereka yang suka mengkais-kais mencari sumbernya. Karena itu sikap tegas Jurrien Sligter dalam memilih karya-karya yang disuguhkannya, sangat penting maknanya bagi festival ini: bahwa Indonesia lebih ke masalah batin ketimbang sekadar wujud.
Sumber: Slamet A. Sjukur, 2006

Perhatikan contoh itu dan cobalah jawab pertanyaan berikut.

  1. Jelaskan tujuan penulis dalam tulisan di atas!
  2. Penilaian seperti apa yang diberikan oleh penulis pada pihak yang dikritik?
  3. Siapakah penulis dan mengapa dia menulis kritik seperti itu?


Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.




Artikel ini membahas tentang Jenis Kritik Musik Dalam Pembelajaran. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Jenis Kritik Musik Dalam Pembelajaran

Dalam bukunya Kritik Seni Rupa, Sem C. Bangun (2011) mengemukakan empat jenis kritik seni, yaitu kritik jurnalistik, pedagogik, ilmiah, dan populer. Berdasarkan nama jenisnya, apakah kalian mengerti apa pengertian dari keempat jenis kritik itu?

Carilah informasi mengenai pengertian keempat jenis kritik itu dari bermacam-macam sumber yang dapat kalian peroleh. Tuliskan pengertian dari Kritik Jurnalistik, Kritik Pedagogik, Kritik Ilmiah, dan Kritik Populer

Di antara keempat jenis kritik itu, dalam bab ini kita akan lebih memfokuskan pembahasan pada kritik pedagogik. Biasanya, objek kritik adalah karya musik para siswa, baik yang dimainkan/ dinyanyikan secara individual/solo atau kelompok. Tujuan dari kritik pedagogik adalah untuk memotivasi bakat dan potensi murid di sekolah (Bangun, 2011). Mengapa kita perlu memahami kritik pedagogik? Mengapa kritik pedagogik dilihat dapat memotivasi bakat dan potensi murid di sekolah?

Kritik pedagogik dilihat penting untuk dipahami murid karena materi itu adalah bagian dari proses pembelajaran musik di sekolah, seperti halnya kalian mempelajari konsep-konsep musik, permainan musik, dan pertunjukan musik. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, di satu sisi, kritik pedagogik memiliki tujuan untuk membuat murid yang dikritik mengetahui kekurangannya dalam bermain musik dan memahami mengapa kekurangan itu terjadi. Selain itu, kritik pedagogik memiliki tujuan untuk memberi pengalaman pada murid yang dikritik atau siswa yang mengkritik untuk belajar berargumentasi atau berani mengemukakan pandangannya mengenai musik atau lagu.

Melalui pemahaman mengenai kritik pedagogik, seorang murid tidak hanya dapat menilai hasil karya musik murid lain dengan mengatakan: ‘benar’ atau ‘salah’, ‘bagus’ atau ‘tidak bagus’ saja, tetapi murid tersebut dapat memberi penjelasan atas penilaiannya itu sebagai upaya untuk memotivasi bakat dan potensi murid lain. Upaya itu akan menjadi lebih baik apabila murid yang memberi kritik juga dapat memberi masukan atau input kepada murid yang dikritik.

Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.