Monday, November 14, 2016

Artikel ini membahas tentang Jenis Kritik Musik Dalam Pembelajaran. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Jenis Kritik Musik Dalam Pembelajaran

Dalam bukunya Kritik Seni Rupa, Sem C. Bangun (2011) mengemukakan empat jenis kritik seni, yaitu kritik jurnalistik, pedagogik, ilmiah, dan populer. Berdasarkan nama jenisnya, apakah kalian mengerti apa pengertian dari keempat jenis kritik itu?

Carilah informasi mengenai pengertian keempat jenis kritik itu dari bermacam-macam sumber yang dapat kalian peroleh. Tuliskan pengertian dari Kritik Jurnalistik, Kritik Pedagogik, Kritik Ilmiah, dan Kritik Populer

Di antara keempat jenis kritik itu, dalam bab ini kita akan lebih memfokuskan pembahasan pada kritik pedagogik. Biasanya, objek kritik adalah karya musik para siswa, baik yang dimainkan/ dinyanyikan secara individual/solo atau kelompok. Tujuan dari kritik pedagogik adalah untuk memotivasi bakat dan potensi murid di sekolah (Bangun, 2011). Mengapa kita perlu memahami kritik pedagogik? Mengapa kritik pedagogik dilihat dapat memotivasi bakat dan potensi murid di sekolah?

Kritik pedagogik dilihat penting untuk dipahami murid karena materi itu adalah bagian dari proses pembelajaran musik di sekolah, seperti halnya kalian mempelajari konsep-konsep musik, permainan musik, dan pertunjukan musik. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, di satu sisi, kritik pedagogik memiliki tujuan untuk membuat murid yang dikritik mengetahui kekurangannya dalam bermain musik dan memahami mengapa kekurangan itu terjadi. Selain itu, kritik pedagogik memiliki tujuan untuk memberi pengalaman pada murid yang dikritik atau siswa yang mengkritik untuk belajar berargumentasi atau berani mengemukakan pandangannya mengenai musik atau lagu.

Melalui pemahaman mengenai kritik pedagogik, seorang murid tidak hanya dapat menilai hasil karya musik murid lain dengan mengatakan: ‘benar’ atau ‘salah’, ‘bagus’ atau ‘tidak bagus’ saja, tetapi murid tersebut dapat memberi penjelasan atas penilaiannya itu sebagai upaya untuk memotivasi bakat dan potensi murid lain. Upaya itu akan menjadi lebih baik apabila murid yang memberi kritik juga dapat memberi masukan atau input kepada murid yang dikritik.

Sumber : Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.





No comments:

Post a Comment