Saturday, March 19, 2016

Artikel ini membahas tentang Motif Dalam Seni Ukir dan Kerajinan di Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Motif Dalam Seni Ukir dan Kerajinan di Sumatera Selatan


Sewet Songket

Sewet Songket adalah kain yang biasanya digunakan atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini bersahabat dengan kemban atau selendang. Bahan sewet songket ini ditenun secara cermat dengan mengunakan bahan benang Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain  Sewet Songket adalah kain yang biasanya digunakan atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini bersahabat dengan kemban atau selendang. Bahan sewet songket ini ditenun secara cermat dengan mengunakan bahan benang Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain. Oleh sebab itu sewet songket ini dibuat dengan bahan halus dan seni tinggi maka harganya cukup mahal. Biasanya digunakan pada waktu tertentu pada saat perayaan perkawinan. Pakaian songke lengkap yang dikenakan oleh pengaten, biasanya dengan Aesan Gede (kebesaran) Aesan Pengganggon (Paksangko) Aesan. Selendang Mantri Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya.
Motif Dalam Seni Kerajinan di Sumatera Selatan

Macam-macam Kain Songket:

  1. Songket benang mas Lepus dan warna-warni
  2. Songket benang mas Lepus Biasa
  3. Songket benang mas Lepus Jando Beraes (Hijau,merah dan Kuning)
  4. Songket benang Jando Penganten (Hijau dan Merah)
  5. Songket benang emas Bungo Inten
  6. Songket benang emas Tretes Midar atau Bidar
  7. Songket benang emas pulir Biru
  8. Songket emas Kembang Siku Hijau
  9. Songket benang emas Bungo Cino
  10. Songket benang Pacik
  11. Songket benang emas Cukitan


Sewet Tanjung

Sewet tajung adalah kain yang khusus di pakai untuk laki-laki kalau wanita ada kain Tajung khususnya pula yang disebut dengan kain Tajung Blongsong sedangkan kain Tajung khusus untuk pria adalah yang disebut dengan Gebeng dan ada lagi yang disebut dengan Tajung Rumpak atau Tajung Bumpak.Sewet Sewet Tajung dalam pembuatannya memakai benang emas meskipun tak penuh. Macam-macam Sewet Tajung adalah:

  1. Limar
  2. Limar PatutPetak-petak berwarna (Merah, Kuning, Biru, abu-abu dan lain sebagainya
  3. Gerbik
  4. Blongsong (khusus wanita)


Sewet Pelangi dan Jumputan Kain pelangi ini sangat beraneka ragam dan sangat indah. Bahannya pun dari benang kain sutra serta cat khusus yang tidak luntur. Pembuatannya tetap secara tradisional.
Sewet pelangi permukaannya licin dan halus serta bias dikepal dengan tangan sedangkan kain atau sewet Jumputan itu bunga-bunganya tampak seperti di jemput-jemput dengan benang sewaktu perebusan sehingga selesainya menjadi indah dan bagus.
Sewet Peradan    Sewet Peradan juga disebut Sewet Prada kain yang sudah jadi lalu di Prada dengan cat emas yang khusus untuk mengecat kain. Biasanya kain yang di prada adalah kain yang bagus baik bahan atau motifnya.
Sewet Batik Palembang  Selain kain-kain yang itu diatas ada juga kain batik. Batik Palembang memiliki cirri ; khusus dengan motif yang halus dan warnanya yang magis. Sewet Batik Palembang yang terkenal adalah Sewet Batik Jepri dan Batik Lasem.

Motif Dalam Seni Ukir di Sumatera Selatan
Motif Dalam Seni Ukir  di Sumatera Selatan

Dalam pola atau bentuk ukiran kayu, dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari penjelmaan sesuatu pola khususnya dalam motif dan tehnik penyusunan selain berpungsi sebagai nilai artistik dan Ventilasi (Lobang Angin) juga memiliki fungsi berarti filsofi Seperti kita temui di bangunan-bangunan lama rumah Palembang dan bangunan lainnya banyak ditemui ukiran-ukiran kayu yang indah dan menarik sengga menampakan keanggunan dan keagungan budaya negeri dan masyarakat pembuatnya. Seni ukir Palembang mempunyai motif khusus yang berbeda dengan daerah lain. Pengaruh Cina atau Budha masih menonjol, namun guratannya lebih didominasi tumbuhan, bunga melati dan teratai serta tidak ada gambaran mengenai manusia atau hewan. Ciri ukiran Palembang sangat khas.  Semua motifnya bunga dan perwarnannya pun di dominasi warna kuning keemasan, warna dominan dalam ukiran Palembang. Kemilau warna yang dihasilkan dari cat warna emas inilah yang membedakannya dengan ukiran daerah lain, seperti misalnya dari Jepara. Badan lemari, daun pintu, tutup Aquarium atau bingkai cermin dan foto, misalnya selalu disaput cat warna emas. Sementara bagian lainnya dilapisi warna merah tua dan hitam. Gambar bunga mawar dengan warna hitam makin menonjolkan penampilan ukiran kayu Palembang. Biasanya jenis kayu yang digunakan untuk mengukir pun wajib lah jenis kayu tembesu yang keras dan kuat. Padahal dulu, ukiran Palembang hanya terbatas pada lemari yang fungsinya untuk menaruh kain songket. Bahan yang digunakan umumnya kayu berkualitas tinggi, terutama tembesu dan sejenisnya.


Ref : http://baralekdi.blogspot.com/





No comments:

Post a Comment