Thursday, December 17, 2015

Artikel ini membahas tentang Unsur-unsur Pendukung dalam Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Unsur-unsur Pendukung dalam Tari

Dalam sebuah penyajian, terdapat beberapa unsur pendukung didalamnya. Unsur-Unsur ini menjadi satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Pernahkah kamu menonton sebuah pertunjukan seni tari?. Apakah kamu mengamati terdapat unsur-unsur pendukung selain unsur gerak sebagai media ekspresi utamanya. Unsur-unsur pendukung yang terdapat dalam penyajian tari menjadi salah satu bagian penting yang mampu memperkuat dalam upaya menyampaikan berbagai pesan dalam gerak yang dibawakan.


Dalam dunia seni pertunjukan tari, apresiasi yang diberikan tidak hanya gerak saja, tetapi terdapat beberapa unsur pendukung penting yang terlibat di dalamnya. Unsur-unsur yang dimaksud diantaranya unsur tata busana, tata rias, dan tata musik. Ketiga unsur pendukung tari tersebut, yaitu tata busana, tata rias dan tata musik tari harus menjadi suatu jalinan yang saling terkait dan kerja sama untuk mendukung wujudnya sebuah tarian, karena tanpa kelengkapan hal-hat di atas, tarian belum dapat dinikmati secara utuh.




Artikel ini membahas tentang Simbol dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa Dua Dimensi. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Simbol dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Simbol dalam sebuah karya seni rupa dua dimensi dijumpai pada objek dan unsur-unsur rupanya. Penataan unsur-unsur rupa seperti warna(color), garis (line), bidang (shape), bentuk (form), gelap terang (value), tekstur (texture) danruang (space) dapat menyimbolkan sesuatu. Selain pada unsur-unsur rupanya, simbol dalam karya seni rupa dua dimensi dapat kamu jumpai pada visualisasi bentuk objek dan tema yang terdapat pada karya seni rupa tersebut.

Nilai estetis identik dengan keindahan dan keunikan sebuah karya seni rupa. Nilai estetis sebuah karya seni rupa terutama dipengaruhi oleh keharmonisan dan keselarasan penataan unsur-unsur rupanya. Nilai estetis dapat juga bersifat subjektif sesuai selera orang yang melihatnya. Pengalaman pribadi, lingkungan dan budaya dimana seseorang tinggal dapat menyebabkan nilai estetis sebauh karya seni rupa berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya.

Simbol dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Sebuah karya seni rupa menjadi indah dan unik karena kemampuan perupanya memilih dan memvisualisaikan objek pada bidang garapannya melalui pengolahan unsur-unsur rupa. Cobalah amati karya seni rupa dua dimensi berikut ini. Identifikasi unsur-unsur rupa yang membentuk objek pada karya seni rupa tersebut. Dapatkah kamu menunjukkan unsur seni rupa apa yang paling menarik perhatian dari masing-masing karya tersebut? Dapatkah kamu mengidentifikasi makna simbolik pada unsur, objek atau tema yang terdapat pada masing-masing karya seni rupa dua dimensi tersebut? Buatlah kelompok, kemudian diskusikan jawaban kamu dengan teman-teman yang lain. Jelaskan jawaban kamu




Artikel ini membahas tentang Ragam dan Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Ragam dan Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Kita sudah tahu bahwa karya seni rupa dua dimensi memiliki banyak agam dan jenisnya. Berdasarkan bahannya kita mengenal karya seni kriya kulit, kriya logam, kriya kayu, dan sebagainya. Adapun pengkategorian berdasarkan tekniknya, kita mengenal jenis karya seni batik, seni ukir, seni pahat, kriya anyam dan sebagainya. Pengkategorian jenis karya seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya, kita dapat mengelompokkan ke dalam karya seni rupa pra sejarah, tradisional, klasik, modern, pos modern, kontemporer dan sebagainya. Pengkategorian karya ini sangat kita perlukan terutama dalam kegiatan kritik dan apresiasi.

Simbol dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Selain berdasarkan bahan, teknik dan waktu, karya seni rupa dapat dikategorikan juga berdasarkan fungsi atau tujuan pembuatannya. Melalui pengkategorian berdasarkan fungsi ini kita mengenal karya seni rupa terapan dan seni rupa murni untuk membedakan kegunaan praktis dari karya seni rupa tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan (fungsi) khusus kita dapat mengkategorikan karya seni nipa yang memiliki fungsi sosial, ekspresi, pendidikan, keagamaan dan sebagainya.