Sunday, March 29, 2015

Artikel ini membahas tentang Kreativitas Pergelaran Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kreativitas Pergelaran Teater

Kreativitas adalah kegiatan mencipta. Kreativitas teater adalah suatu metode atau cara untuk mengoptimalkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pembelajaran seni teater pada penguasaan dan pengolahan; tubuh, suara, sukma dan pikir yang dimiliki murid dengan totalitas, penuh kesadaran, dan tanggungjawab atas tugas pergelaran teater yang diembannya. Sehingga diperoleh manfaat ganda, berupa: kebugaran, kecerdasan, kebersamaan, kedisiplinan dan terjadi peningkatan kualitas dalam melatih tanggungjawab melalui kreativitas pergelaran teater.

Pembelajaran seni teater melalui pergelaran teater dapat kalian lakukan dengan menggunakan kreativitas, mencoba dan gagal (trial and error), dan bebas terbimbing melalui langkah-langkah pembelajaran seperti berikut ini.
Kreativitas Pergelaran Teater

Langkah-langkah Kreativitas Siswa melalui Pergelaran Teater dapat dilakukan seperti berikut ini:

  • Memilih dan Menentukan Naskah.
  • Menyusun dan membentuk Panitia Pergelaran.
  • Menganalisis/menafsir naskah Teater.
  • Merancang konsep garap pergelaran teater.
  • Merancang jadwal latihan dan pergelaran.
  • Mengidentikasi elemen pemain dan pendukung.
  • Melakukan latihan pemeranan sesuai casting.
  • Melakukan observasi watak tokoh sesuai naskah.
  • Merancang dan membuat property kebutuhan pergelaran.
  • Merancang, membuat dan melakukan tata rias/kostum pemain sesuai penokohan.
  • Merancang dan membuat tata musik.
  • Merancang dan membuat tata panggung.
  • Melakukan latihan sektoral.
  • Melakukan latihan gabungan beberapa unsur artistik.
  • Melakukan gladi kotor dan gladi bersih pergelaran.
  • Merancang, membuat, dan melakukan publikasi dan kemitraan.
  • Menyajikan teater (kolaborasi seni) karya siswa.
  • Membuat laporan dan evaluasi pada pergelaran teater yang telah dilakukan.


Kreativitas dalam pergelaran teater adalah suatu tahapan secara managerial melalui implementasi pembelajaran seni teater mulai dari pemeranan dengan penggabungan beberapa unsur pembentuk seni teater yang telah kalian pelajari! Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam pergelaran teater, kalian harus melakukan langkah-langkah pergelaran teater sebagaimana yang diinstruksikan!




Artikel ini membahas tentang Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah

Persiapan pagelaran teater merupakan tahap kedua dalam pergelaran. Persiapan pergelaran Teater mengandung pengertian sebagai suatu tindakan yang dilakukan seorang Pimpinan Produksi dalam upaya menyukseskan pergelaran dengan pemanfaatan potensi yang ada dan memberdayakan peluang yang memungkinkan.

Pemanfaatan potensi yang ada mengandung pengertian berupa dukungan moral, keuangan, guru, dan fasilitas sarana prasarana yang dimiliki sekolah termasuk partisipasi dari orang tua kalian harus benar-benar dijadikan sumber penting yang dapat menunjang keberhasilan pergelaran. Pemberdayaan peluang yang memungkinkan adalah sikap optimis yang harus diciptakan oleh seorang penggiat seni, yakni Pimpinan Produksi, tetapi dengan kalkulasi secara efektif dan efisien. Peluang yang ada adalah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang memungkinkan, yakni : para donator, dunia usaha dan lembaga pemerintah/ swasta dengan jalan kemitraan.

Dengan upaya menjalin kemitraan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pergelaran yang tidak dimiliki pergelaran pergelaran atau sekolah, diantaranya: pencarian dana, kerjasama sponsorship, publikasi dan kemudaham-kemudahan lain dalam memperlancar kegiatan administrasi pergelaran.

Persiapan pergelaran yang dilakukan panitia dan penyaji seni adalah dua hal faktor penting yang perlu memperoleh perhatian. Hal ini, membuktikan apabila diantara salah satu faktor terjadi kelemahan, pergelaran Teater dapat dikatakan gagal atau kurang berhasil. Dengan demikian, dua faktor itu sangat menentukan keberhasilan Teater. Oleh sebab itu kegiatan perencanaan dan kesiapan yang matang adalah kunci yang harus dilakukan setiap pergelaran pergelaran dan kreator seni penyaji kesenian, termasuk pergelaran Teater di sekolah.

Tujuan Persiapan Tujuan persiapan adalah sebagai tolak ukur dari awal suatu keberhasilan pelaksanaan dalam pencapaian tujuan pergelaran melalui serangkaian tindakan yang telah dan tengah dilakukan panitia pergelaran. Apakah penonton telah terbina dan terjaring untuk datang menyaksikan pergelaran ?

Kalau terjadi pergelaran dengan sepi penonton atau tidak ada penonton, perlu dievaluasi dan ditinjau kembali persiapan publikasi dan pemasaran. Kurangnya pihak-pihak sponsor atau pun donator dalam kerjasama kemitraan, berarti perlu dikaji mengenai timming atau waktu . Apakah akibat yang terjadi, akibat adanya kegiatan yang sama dengan kegiatan yang diselenggarakan orang lain sehingga pemberdayaan kemitraan tidak dapat dilakukan sebagai penunjang pergelaran.

Tujuan persiapan adalah sebagai evaluator dan motivator pergelaran pergelaran pada hal-hal yang dilakukan, hal-hal yang tidak pantas dikerjakan dan hal-hal yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dalam hal ini baik, tanggungjawab yang dilakukan Pimpinan Produksi atau Sutradara selaku penanggungjawab materi seni harus siap dengan tantangan yang ada dan selalu bersikap optimis menghadapi keadaan.

a. Menyiapkan Materi Teater

Menyiapkan materi Teater berarti segala hal persiapan yang dilakukan penanggungjawab materi seni, yakni Sutradara, pemain dan pendukung artistik pergelaran dengan tujuan menciptakan karya Teater yang bermutu hingga mendatangkan tanggapan positif dari masyarakat penontonnya. Dalam hal ini, jelas seluruh pendukung penyaji Teater, mau tidak mau harus Sumber: Dok. Kemdikbud bersikap konsekwen pada rencana produksi Gambar 7.9 Eksplorasi Musik materi seni dan sejalan dengan rambu-rambu sebagai Aktivitas Penyiapan Materi Musik Pengiring Teater jadwal waktu yang telah ditetapkan.

Rencana dan persiapan materi seni yang dikomunasikan Sutradara, dituang dalam bentuk konsep garap untuk dijalankan, dihargai, dan disetujui oleh beberapa awak pendukung pergelaran melalui proses produksi Teater. Konsep garap Teater berupa gambaran penyajian Teater secara konsep atau secara tertulis, berisi : Judul garap, Ide garap, Tema Garap, Bentuk Garap, Sinopsis, Susunan pemain, Disain artistik dan Analisis naskah atau lakon yang dibawakan.

b. Menyiapkan Sarana Prasarana

Sarana prasarana dalam pergelaran Teater adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan pergelaran. Sarana prasarana ini meliputi pengadaan barang dan alat guna kebutuhan pergelaran, diantaranya: Tempat dan gedung pertunjukan, set panggung, lampu, kostum, peralatan pemain (golok, tombak, tapeng, gada, sampur, gondewa, panah, bakul, alat tenun, kursi singgasana, sebagai Aktivitas Penyiapan bale-bale, pohon-pohonan, dll).

Untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana dalam bidang artistik, seorang penata, biasanya melakukan inventeatersasi barang dan alat yang dimiliki sekolah, atau dengan cara meminjam barang atau alat dari perorangan/ sanggar seni atau juga dengan sengaja barang dan alat yang dibutuhkan harus dibuat sebab faktor kesulitan barang dan alat sulit di dapat.

Tata Pentas adalah karya seni visual yang membantu menjelaskan suatu adegan da babak dalam membangun laku dramatik tokoh cerita di atas panggung. Tata Pentas adalah ekspresi para penata artistik dengan melibatkan para pendukung dan pekerja panggung dalam mewujudkan karyanya. Kegiatan para penata pentas dalam kreativtas seni, meliputi penataan, sebagai berikut.
  • Tata panggung, sebagai setting dan dekorasi panggung mengungkapkan; tempat, waktu dan kejadian peristiwa pertunjukan, biasanya dilakukan perubahan tata panggung setiap pergantian babak dalam cerita.
  • Tata lampu disebut juga tata cahaya dan effek pencahayaan. Berfungsi sebagai alat penerang juga memberi efek suasana adegan dan membangun atmosfir pertunjukan.
  • Tata rias dan busana, sebagai penguat, memperjelas karakter tokoh, baik secara fisikal, psikis, moral atau status sosial.
  • Tata properti, peralatan-peralatan pentas bersifat seperti : tas, topi, cangklong, tongkat, gelas, piring dll.
  • Tata Musik, sebagai pengisi dan pembangun suasana pertunjukan melalui gending, musik, suara atau bunyi dan effek audio.
  • Tata Multimedia, sebagai pemanfaatan teknologi, seperti LCD, OHP.
  • Sound Engineering, sebagai kelengkapan pertunjukan guna membantu mengeraskan dan mengharmoniskan suara.
Unsur seni teater selanjutnya adalah tempat pertunjukan berfungsi sebagai penunjuk ruang, waktu dan kejadian peristiwa pertunjukan, baik dalam suatu adegan atau babak pertunjukan.

Jenis panggung pada dasarnya dapat dibedakan antara lain:
  1. Panggung arena, panggung yang dapat dilihat dari semua arah penonton, biasanya pertunjukan teater tradisi.
  2. Panggung proscenium, atau disebut panggung di dalam gedung, yakni penonton hanya dapat menikmati dari arah depan (adanya jarak penonton dan tontonan) biasanya pertunjukan teater modern.
  3. Panggung campuran adalah bentuk-bentuk panggung antara perpaduan panggung arena dan panggung proscenium, misalnya; Panggung bentuk L, U, I, Segi enam, segi lima atau setengah lingkaran. Biasanya panggung semacam ini dipergunakan dalam kepentingan showbiz, catwork (modeling).


c. Menyiapkan Publikasi
Publikasi adalah upaya sosialisasi atau informasi kepada penonton yang dilakukan panitia non artistik tentang garapan Teater dan kapan waktu pergelaran Teater diselenggarakan atau dipergelarkan.

Publikasi pergelaran Teater dapat dilakukan dengan berbagai informasi, antara lain: Media elektronik, seperti ; Televisi, Bioskop, Radio. Mass media, seperti ; Koran, majalah, jurnal, Poster, Pamlet atau Flayer, Spanduk, Baligo atau Banner.
Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah
Contoh Poster Publikasi Pagelaran Teater

d. Menyiapkan Penonton
Penonton adalah salah satu prasarat di dalam pergelaran, termasuk di dalamnya pergelaran Teater. Pergelaran tanpa penonton, peristiwa pergelaran tak akan terjadi. Oleh sebab itu, unsur penonton di dalam seni perlu memperoleh perhatian. Perhatian di sini bersifat saling membutuhkan. Panitia pergelaran butuh penonton atau apresiator, juga sebaliknya penonton butuh materi Teater yang dapat memuaskan atau memenuhi apa yang menjadi harapan penonton, yakni pergelaran Teater yang layak untuk dijual atau dipergelarkan.

Menyiapkan penonton berarti pergelaran dan penyaji seni harus siap melayani dan menerima kritik dari penonton. Pergelaran tanpa kritikan adalah pergelaran yang tidak membangun penonton untuk aktif di dalamnya. Kritik penonton sebagai respon penonton untuk mengambil bagian atau turut berpartisipasi dalam memahami dan memaknai pergelaran yang disajikan. Upaya-upaya dalam mempersiapkan penonton dapat dilakukan dengan cara: kemiteraan, publikasi, pemasaran atau pun undangan secara gratis. Di bawah penyusun sertakan contoh tiket dan undangan dalam sebuah pergelaran.

e. Menyiapkan Kemitraan
Kemiteraan adalah jalinan, hubungan, kerjasama yang dilakukan seseorang atau suatu organisasi untuk bersama-sama mengikat diri dalam suatu kerja atau kegiatan. Kemiteraan bersifat saling menguntungkan dibangun oleh suatu kepercayaan. Kemiteraan akan tetap terbina dan terjaga apabila satu sama lain tidak merasa dirugikan atau satu sama lain sama- sama merasa diuntungkan. Modal kemiteraan adalah kejujuran dan saling percaya. Persiapan untuk menjalin kerjasama atau kemiteraan dalam pergelaran Teater adalah kejelasan maksud dan tujuan panitia pergelaran pergelaran pada calon yang akan diajak bermitera. Kejelasan maksud dan tujuan pergelaran Teater dituangkan dalam bentuk ajuan atau permohonan kerjasama yang disebut dengan proposal pergelaran yang disusun Pimpinan Produksi berserta staf produksi.

Melalui proposal dan surat pengantar sebagai alamat tujuan bermitra, calon mitra dapat memahami maksud dan tujuan pergelaran sekaligus mengetahui kebutuhan yang diharapkan oleh pergelaran, apakah bantuan publikasi, bantuan percetakan, bantuan konsumsi, bantuan transportasi, bantuan dana, bantuan penjaringan penonton, bantuan fasilitas gedung, bantuan peralatan, atau berupa tawaran kerjasama sponsorship, kerjasama . Dengan demikian proposal yang sama dapat diberdayakan untuk kepentingan kebutuhan pergelaran, tetapi dengan syarat isi surat pengantarnya harus dibedakan sesuai dengan kebutuhan atau keperluan panitia pergelaran.

Sebagai contoh, dalam melakukan kemitraan terutama menjalin kerjasama dengan pihak sponsor, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan yang disertai dengan beberapa penawaran alternative ruang iklan serta panduan di dalam menyusun bab IX acara atau booklet dan leaflet.

Pelaksanaan Pergelaran Teater
Kegiatan pelaksanaan di dalam pergelaran Teater, berupa pengkondisian dan pelaksanaaan dilapangan dari masing-masing bidang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kerja kepanitiaan berdasar persiapan akhir yang telah ditetapkan. Kegiatan pelaksanaan pergelaran Teater, meliputi: pelaksanaan kerja kepanitiaan dan pergelaran Teater.

Pada kegiatan pelaksanaan Teater berkaitan dengan bidang acara memegang peranan penting sebagai pengatur dan pengendali jalannya acara pergelaran.

Pasca Pergelaran
Pasca pelaksanaan adalah kegiatan akhir dari Teater, dimana semua peralatan dan kebutuhan pentas yang telah dipakai harus kembali pada tempat atau pada pemiliknya secara tertib dan aman dengan tidak lupa melakukan chek and rechek sesuai dengan daftar peralatan atau sarana prasarana yang dibawa dan dipinjam. Hal lain yang harus dibina adalah kerjasama dalam bentuk kemitraan sebagai bukti kerjasama baik dan saling menguntungkan yakni adanya media promosi dan publikasi berupa : Poster, Spanduk, Pamlet, T-Shirt, Booklet atau Leaflet yang dipilih sesuai perjanjian agar kerjasama yang dibangun dapat terjalin dan terbina untuk ke depannya.

Tahapan pasca pelaksanaan pun adalah wahana kegiatan evaluasi baik karya seni berupa Teater atau laporan panitia atau keproduksian sebagai acuan untuk melangkah dan bertindak selanjutnya dari segala kelemahan yang ada dan atau keberhasilan-keberhasilan yang telah didapat.

Kegiatan laporan yang dilakukan Pimpinan Produksi harus bersifat tercatat, tertulis dan terbuka kepada penanggungjawab kegiatan dan semua pendukung acara, terutama menyangkut: laporan keuangan yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah direncanakan dengan jumlah pengeluaran yang dipakai kegiatan pergelaran. Sekaligus sebagai ajang penghargaan kepada seluruh pendukung acara berupa kesejahteraan atau honorarium dan produk sponsor, itu pun kalau ada dan memungkinkan. Jika tidak ada, tetap laporan harus dibuat tertulis dan disampaikan kepada semua pendukung acara.

Setelah kalian belajar mengenai teknik pergelaran, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Apa saja yang kalian ketahui mengenai teknik pergelaran teater?
2. Jelaskan tugas dan tanggung jawab kalian selaku panitia

pergelaran teater sesuai dengan bidang yang kalian pegang! Kamu telah belajar mengenai lingkup pergelaran teater. Selanjutnya, melalui panitia pergelaran teater yang dibentuk secara kelompok, terstruktur dan terbimbing dengan guru dan teman kalian untuk melakukan kreativitas pergelaran teater sesuai dengan naskah teater yang pernah kalian lakukan dil.




Artikel ini membahas tentang Langkah-langkah Perencanaan non artistik pada Pergelaran Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Langkah-langkah Perencanaan non artistik pada Pergelaran Teater


Rencana pergelaran Teater atau merencanakan kegiatan lainnya, biasanya diawali dengan suatu rapat atau pertemuan terbatas dengan agenda suatu program kegiatan yang akan dan harus dilaksanakan oleh lembaga atau sekolah atas kesepakatan bersama.

a. Pertemuan sekolah dan komite sekolah.

Pertemuan untuk mufakat adalah suatu hal penting untuk dilakukan dalam memulai suatu kegiatan, terutama kegiatan yang telah diprogramkan. Pertemuan sekolah pun (kepala sekolah dan guru-guru) dengan komite sekolah merupakan agenda awal yang harus ditempuh di dalamnya perencanaan pergelaran Teater. Karena pergelaran Teater sebagai wahana aktivitas, kreativitas pembelajaran seni di sekolah tanpa melibatkan unsur- unsur pemegang kebijakan pendidikan di sekolah, guru kesenian atau bagian yang telah diprogramkan akan mengalami banyak kendala terutama dukungan moral dan material yang bertsumberi peserta didik atau orang tua kamu (kebijakan komite sekolah). Sehingga akan merembet pada persoalan teknis dan non teknis di lapangan.

b. Pembentukan Panitia Inti

Pembentukan panitia inti dalam sebuah rencana kegiatan adalah hal penting untuk dilakukan.Dengan panitia ini yang terbentuk memudahkan suatu tindakan pengorganisasian selanjutnya. Panitia inti di dalam Teater, terdiri dari penunjukan atau pengangkatan posisi jabatan : Pimpinan Produksi dan Sutradara. Untuk jabatan Pimpinan Produksi dapat dipilih dari guru atau orang tua murid. Tetapi jabatan Sutradara harus dipilih dari guru bidang seni atau pelatih di luar sekolah dengan jaminan sebuah kesepakatan dan jelasan honorium. Hal ini dilakukan untuk menjaga hakekat pengelolaan atau manajemen yakni saling menguntung dan memahami rasa kebersamaan satu sama lain.

c. Penentuan Lakon Teater

Dalam penentuan lakon atau naskah adalah tanggungjawab seorang sutradara atau koreografer dan diputuskan secara bersama dengan pertimbangan; Apakah sesuai atau tidak tematik lakon yang dibawakan dengan tingkat kemampuan anak dan sasaran penonton ? Mengapa naskah atau lakon tersebut yang dipilih ? Hal ini jelas harus memiliki alasan positip bagi kemajaun bersama dari peluang yang memungkinkan. Bagaimana merealisasikannya ? Hal ini pun harus disesuaikan dengan kemampuan/ kekuatan yang dimiliki berupaya mencari peluang yang memungkinkan, biasanya benturannya masalah pendanaan.

Pergelaran Teater, dapat diselenggarakan dalam lingkup yang besar, artinya melibatkan personal yang banyak dengan sejumlah proses latihan yang cukup panjang dan biaya yang dibutuhkan pun akan lain dengan pergelaran Teater dalam lingkup kecil. Tinggal milih satu dari dua yang memungkinkan.

Sebaiknya, karena lingkupnya sekolah dan menyangkut pembelajaran kamu dianjurkan yang sederhana saja tetapi anak diberi pengalaman berkesenian secara optimal.

d. Penyusunan Kepanitiaan

Pemilihan naskah/ lakon, diutamakan yang bermuatan kependidikan dan diperuntukan sesuai dengan tingkat perkembangan usia Kamu. dan kelas. Misalnya; Lakon-lakon yang penuh dengan atikan (ajaran) mengandung nilai-nilai moral yang patut dituladani. Contohnya, Bebasari (Roestam Effendi); Ken Arok dan Ken Dedes. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (Muhamad Yamin); Airlangga, Kertajaya, Manusia Baru, Sandiyakala ning Majapahit, (Sanoesi Pane); Lukisan Masa, Setahun Di Bedahulu, Nyi Lenggang Kancana (Armijn Pane); Bangsacara dan Bangapadmi (Ajirabas), dst.

Langkah-langkah Perencanaan non artistik pada Pergelaran Teater

Pengorganisasian dalam pergelaran Teater lebih pas dengan bentuk organisasi panitia, karena pola ini bersifat praktis dan tentative (sewaktu- waktu) artinya panitia dibentuk sesuai dengan kapasitas kebutuhan dan dibentuk dan dibubarkan sesuai dengan batas waktu berakhir. Susunan panitia yang dapat dilakukan dalam pergelaran Teater di sekolah dengan pembagian seperti di bawah ini.

1) Pelindung

Pelindung kegiatan dapat dilakukan dan menempatkan:
• Kepala Sekolah
• Komite Sekolah

2) Penasehat

Penasehat kegiatan dapat dilakukan dan menempatkan:
• Dewan Kelas
• Wali Kelas

3) Penanggungjawab

Penanggungjawab kegiatan dapat dilakukan dan menempatkan :
• Ketua Kelas

4) Pembimbing

Pembimbing atau pendamping kegiatan dapat diangkat dari :
• Guru kesenian
• Guru kelas yang diperbantukan
• Orang tua murid yang diperbantukan

5) Pimpinan Produksi

 Adalah seorang manager atau pimpinan yang mengelola produksi seni, dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Biasanya ditunjuk seorang guru atau dirangkap oleh kepala sekolah atau komite sekolah, karena harus memiliki kemampuan managerial yang baik dan waktu yang cukup untuk melaksanakannya.

6) Sutradara

Adalah seorang kreator yang memiliki wawasan dan pengalaman seni di bidang seni Teater bertugas sebagai pemeran pertama dan penafsir naskah garap, pengarah, pemimpin, motivator dalam proses produksi materi pergelaran Teater yang telah direncanakan. Tipe, gaya dan pengalaman seorang sutradara dalam berkesenian Teater sangat menentukan kualitas produk karya Teater. Sutradara dalam karya Teater yang akan dipergelarkan, kalau memungkinkan lebih baik dipilih atau ditentukan oleh Kamu dan Guru. Jika tidak memungkinkan dan diragukan, lebih baik menggunakan tenaga instruktur atau pelatih Teater dari luar sekolah.

7) Panitia Inti dan Staf Bidang Produksi

Panitia dalam lingkup bidang produksi disebut pula panitia non artistik. Pengembangan bentuk kepanitiaannya sangat tergantung pada tujuan pergelaran yang diharapkannya, apakah pergelaran cukup di sekolah atau harus di luar sekolah? Semakin besar kegiatan yang harus dilaksanakan semakin besar tantangan yang dihadapi dan ditangani.

Panitia ini, terdiri dari: Sekretaris, bendahara dan Staf bidang terdiri dari bidang; Acara, Kesekreteateratan, Dana usaha, Publikasi, Dokumentasi, Perlengkapan, Kesejahteraan, Umum dan Keamanan.

8) Penata Artistik dan Crew Artistik

Panitia dalam lingkup bidang artistik, terdiri dari orang-orang yang ahli pada bidangnya. Dan apabila kegiatan di sekolah lebih baik dipadukan dengan mata pelajaran lain, yakni mata pelajaran seni terpadu dan kerajinan. Pengembangan bentuk kepnitiaanya sangat tergantung pada situasi dan kondisi apa yang dibutuh.

Pengerjaan artistik tidak harus dibeli dengan harga mahal, inti artistik adalah pensiasatan apa pun bisa dibentuk dan dibuat asal sesui dengan apa yang diarahkan sutradara atau koreografer. Para penata dan crew artistik dalam pergelaran, terdiri dari: Stage Manager, Penata Teater, Penata Musik, Penata Panggung, Penata Rias Busana, Penata Lampu, Penata Property, Pekerja Panggung/Stage Crew.

e. Tugas dan Tanggungjawab Panitia

Panitia pergelaran telah tersusun dan diputukan secara musyawarah, selanjutnya perlu dilakukan sosialisasi dan pemahaman tugas dan tanggungjawab yang harus dilakukan oleh masing-masing staf dan bidang di dalam kepanitiaan. Hal ini dilakukan agar panitia yang satu dengan yang lainnya terjadi satu kesatuan; saling menghormati, saling mempercayai, menjunjung azas kekeluargaan dan menghindari overlapping, artinya mengerjakan suatu pekerjaan orang lain yang sebenarnya bukan tugas dan tanggungjawab dirinya. Sehingga mendorong terjadinya bias dan ketidak jelasan tugas dan tanggungjawab dalam mekanisme kerja.

1) Pelindung

Adalah seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai pelindung atau pengayom kegiatan pergelaran, memiliki tugas dan tanggungjawab: Bertugas melindungi atau pengayomi seluruh kegiatan pergelaran, baik secara kedinasan atau pun pribadi, terutama berkaitan dengan kepentingan pembuatan surat rekomendasi dan izin kegiatan bagi para birokrat maupun orang tua kamu yang terlibat di dalamnya.

Tanggungjawabnya diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi dan Sutradara berkaitan dengan masukan positif keselamatan pergelaran.

2) Penasehat

Adalah seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai penasehat kegiatan pergelaran, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bertugas memberi masukan-masukan tentang hal-hal yang positif dan hal yang negatife, terutama dalam hal proses produksi dan proses penciptaan Teater di lapangan baik teknik maupun non teknis..
• Tanggungjawabnya diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi dan Sutradara berkaitan dengan pergelaran seni.

3) Penanggungjawab Adalah seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai penanggungjawab kegiatan pergelaran, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bertugas menanggungjawabi seluruh kegiatan pergelaran, baik secara teknis maupun non teknis dilapangan terutama berkaitan dengan kepentingan pembedayaan organisasi kekamu an sebagai bagian dari kreativitas kamu di sekolah.
• Tanggungjawabnya diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi dan Sutradara berkaitan dengan hal- hal pertanggungjawaban seluruh kegiatan pergelaran.

4) Pembimbing

Adalah seorang atau beberapa orang panitia diangkat sebagai pembimbing kegiatan pergelaran, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bertugas membimbing dan membantu kegiatan pergelaran, baik teknis maupun non teknis di lapangan, terutana berkaitan dengan memotivasi kamu agar anak terdorong kemampuannya dan berbuat serta bersikap penuh dengan kebebasan tanpa paksaan.
• Tanggungjawabnya diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi dan Sutradara berkaitan dengan proses pembimbingan agar lebih baik dan optimal.

5) Pimpinan Produksi Adalah seorang panitia inti yang diangkat melalui musyawarah sekolah dan komite sekolah dengan persetujuan dan dikukuhkan melalui Surat Keputusan; memiliki tugas dan tanggungjawab :
• Bertugas

merencanakan, mengorganisir, menggerakan dan melakukan kontrol atau pengawasan terhadap kegiatan yang tengah dan akan dilaksanakan guna tercapainya suatu tujuan pergelaran Teater secara efektif dan efisien.
• Berhak menegur dan memberi saran serta peringatan kepada panitia apabila terjadi kekeliruan atau indisipliner kerja.
• Berwenang untuk mengadakan evaluasi kerja terhadap masing - masing bidang/ seksi dalam kepanitiaan.
• Betanggungjawab pada pimpinan, anggota, dan diri sendiri, terutama dalam hal pertanggungjawaban kegiatan pergelaran serta termasuk di dalamnya masalah kesejahteraan seluruh pendukung pergelaran.

6) Sekretaris

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Sekretaris bertugas melakukan pencatatan, inventeatersir, pendataan, penataan kegiatan adminstratif organisasi, dalam pelaksanaannya dibantu oleh bidang kesekreteateratan.
• Sekretaris bertugas membantu dan melaporkan seluruh program kegiatan masing-masing bidang kepada seluruh panitia pergelaran.
• Sekretaris berhak untuk mengajukan kebutukan peralatan administrasi, guna kebutuhan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan organisasi.
• Diminta atau tidak, Sekretaris berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi. Gambar 7.5 Master of
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi. Ceremoy sebagai Panitia Bidang Acara Pergelaran Teater

7) Bendahara

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bendahara adalah sebagai pemegang kekuasan keuangan dalam sebuah organisasi atas persetujuan Pimpinan Produksi.
• Bertugas merencanakan dan melaksanakan pencarian sumber-sumber pendanaan (donor Sumber: Dok. Kemdikbud organisasi) atau pinjaman guna memperlancar Gambar 7.6 Penjaga Tamu sebagai Panitia jalannya kegiatan pergelaran yang tengah dan Pergelaran Teater akan dilaksanakan.
• Bertugas melakukan pencatatan dan pendataan tentang pendapatan dan pengeluaran keuangan panitia.
• Bertugas melaporkan seluruh keuangan dalam setiap kegiatan kepada panitia.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

8) Bidang Acara

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Acara adalah pemegang keseluruhan acara dalam sebuah kepanitiaan atas persetujuan Pimpinan Produksi.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh rangkai acara pergelaran Teater. Terutama, penyusunan jadwal kegiatan, jadwal acara pergelaran, mulai penunjukan MC, protokoler, penempatan tamu undangan, penonton, dan kegiatan diskusi setelah atau sebelu, pergelaran.
• Bertugas melaporkan seluruh acara dan rangkaian acara kepada panitia dan pendukung acara.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang bidang acara.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

9) Bidang Kesekretariatan

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan administrasi pergelaran Teater. Terutama: Pembuatan dan pengarsipan surat-menyurat; Pendisainan dan pembuatan undangan, tiket, bab IX acara; Penyusunan dan pembuatan proposal dan laporan pergelaran Teater.
• Membantu bidang lain yang berkaitan dengan wewenang bidang kesekreteateratan atau kegiatan pengetikan.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Sekretaris tentang bidang kesekreteateratan.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

10)Bidang Dana Usaha

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Dana Usaha adalah sebagai pemegang kekuasaan pencarian dana dalam sebuah kepanitiaan atas persetujuan Pimpinan Produksi dan Bendahara.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan penghimpunan dana dan barang atau produk acara pergelaran Teater. Terutama, penjaringan dana melalui: Penjualan tiket, sponsor, donator dan bentuk usaha lain yang dapat mendatangkan keuangan bagi terselengggaranya pergelaran Teater.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan pencarian dana dan barang atau produk kepada Pimpinan Produksi dan Bendahara.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi dan Bendahara tentang bidang dana usaha.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

11)Bidang Publikasi

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Publikasi adalah sebagai pemegang kekuasaan dibidang publikasi dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan publikasi berupa informasi pergelaran Teater, melalui media: radio, televisi, media cetak, poster, spanduk, baligo atau pun selebaran/ player.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan publikasi Pergelaran sebagai dan hal-hal yang terjadi selama proses dan Produk Bidang kegiatan pergelaran berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang publikasi
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

12)Bidang Dokumentasi

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Dokumentasi adalah pemegang kekuasaan dibidang dokumentasi dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan dokumentasi pergelaran Teater, baik berupa photo, video maupun membantu pengarsipan sebagai bahan laporan.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan dokumentasi dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pergelaran berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang dokumentasi.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

13)Bidang Perlengkapan

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Perlengakapan adalah pemegang kekuasaan dibidang perlengkapan dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan perlengkapan yang dibutuhkan bagi kelancaran sebuah pergelaran.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan perlengkapan dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pergelaran berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang perlengkapan
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

14)Bidang Transportasi

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang transportasi adalah pemegang kekuasaan dibidang transportasi dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan transportasi bagi artis dan pendukung pergelaran serta pengankutan barang.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan transportasi dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pergelaran berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang transportasi.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

15)Bidang Kesejahteraan

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Kesejahteraan adalah pemegang kekuasaan dibidang kesejahteraan dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan kesejahteraan pendukung pergelaran, meliputi: konsumsi, dan P3K.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan kesejahteraan dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pergelaran berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang kesejahteraan.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

16)Bidang Umum

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Umum adalah pemegang kekuasaan dibidang umum dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan dibidang umum sebagai tenaga cadangan yang harus siap membantu bidang lain yang membutuhkan, terutama sebagai tenaga pelaksana di lapangan.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan umum selama proses dan kegiatan akhir pergelaran.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang umum.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

17)Bidang Keamanan

Adalah seorang panitia atau lebih yang diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan Produksi berdasarkan musyawarah, memiliki tugas dan tanggungjawab:
• Bidang Keamanan adalah pemegang kekuasaan dibidang keamanan dalam sebuah kepanitiaan.
• Bertugas merencanakan, menyusun dan melaksanakan seluruh kegiatan keamanan penonton, jiwa dan barang pendukung selama proses latihan dan pergelaran berlangsung.
• Bertugas melaporkan seluruh kegiatan keamanan dan hal-hal yang terjadi selama proses dan kegiatan pergelaran berakhir.
• Diminta atau tidak, berhak mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Pimpinan Produksi tentang lingkup bidang keamanan.
• Bertanggungjawab kepada Pimpinan Produksi.

f. Pembuatan Jadwal Produksi

Jadwal waktu atau jadwal kegiatan produksi atau lebih popular dengan istilah Time Scedulle merupakan langkah berikutnya setelah kita menyusun kepanitiaan. Jadwal waktu berisi susunan program pergelaran dari masing- masing bidang, baik artistik maupun non artistik berdasarkan perhitungan efisensi waktu dan proses latihan matreri seni dan produksi serta dan efektivitas pergelaran Teater dengan cara pemberdayaan sumber-sumber yang ada dan cenderung hemat tetapi tidak mengurangi kualitas seni yang diproduksi.

Jadwal waktu atau time scedulle berfungsi memberi gambaran, penjelasan tentang rencana program pergelaran berdasarkan target waktu, target tujuan, target proses dan target hasil sehingga memudahkan seluruh panitia termasuk pimpinan untuk mengetahui, memahami dan melaksanakan agenda sesuai dengan prosedur yang harud ditempuh. Time scedulle itu ibarat kompas atau peta konsep yang akan kita jalani dan agar kita tidak tersesat atau menghadapi banyak kendala dan persoalan di lapangan kelak.

Menyusun jadwal berdasarkan waktu bukan pekerjaan yang mudah dilakukan tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama menghindari terjadinya bentrokan kegiatan dalam waktu yang sama atau serta belajar untuk berbuat efektif dan efisien agar seni/ Teater tidak rugi secara financial, minimalnya mengalami inpas.

g. Pembuatan Proposal Pergelaran Teater

Akhir dari dari perencanaan pergelaran Teater, seorang Pimpinan Produksi mengimplementasikannya dalam bentuk proposal pergelaran. Proposal dapat diartikan sebagai ajuan kegiatan yang akan fungsikan untuk pihak- pihak yang membutuhkan, terutama dalam hal lampiran: perijinan, kemiteraan, donasi, dan publikasi.

Pembuatan proposal pergelaran Teater secara isi dapat dilakukan dengan strategis 5 W + H, yaitu : What, lakon apa yang akan dipergelarkan Teater ? Why, mengapa mementaskan lakon tersebut ? Who, siapa yang akan memainkan dan yang menggarapnya? When, kapan akan dipergelarkan ? Where, dimana kita akan pentas atau pergelaran ? dan How, bagaimana cara melaksanakannya agar tercapai tujuan seni ? Dengan demikian di dalam merealisasikan program dapat diajukan sejumlah pertanyaan ? Apa itu pergelaran Teater, Mengapa Teater dengan lakon tersebut merasa penting untuk dipergelarkan ?




Artikel ini membahas tentang Perencanaan Pergelaran Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perencanaan Pergelaran Teater


Perencanaan adalah suatu langkah kegiatan awal dalam menetapkan kegiatan melalui tahapan kerja untuk mencapai tujuan yang telah digariskan, termasuk kegiatan pengambilan keputusan dan pilihan alternatif-alternatif keputusan. Keputusan-keputusan di dalam perencanaan itu dilakukan seorang pimpinan. Oleh sebab itu, perencanaan non artistik yakni perencanaan di luar karya seni di dalam manajemen seni pertunjukan atau pergelaran dipimpinan oleh seorang manager yang disebut dengan Manager Produksi atau Pimpinan Produksi. Sedangkan keputusan-keputusan di dalam perencanaan artistik Teater dilakukan Manager Artistik atau Sutradara. Tujuan dari perencanaan pagelaran teater adalah untuk menghindari tingkat kesalahan atau hambatan yang akan terjadi serta sekaligus mendorong peningkatan pencapaian tujuan dari sebuah rencana pergelaran dalam hal ini pergelaran Teater.

Perencanaan Pergelaran Teater

Perencanaan non artistik di dalam pergelaran Teater, meliputi pengelolaan dibidang: personal pergelaran, administrasi, keuangan, publikasi, dokumentasi, pemasaran, kemiteraan dan laporan pergelaran. Dari sekian banyaknya perencanaan kerja yang harus dilakukan, seorang Pimpinan Produksi perlu melakukan pengorganisasian dan pembagian wilayah kerja berdasar potensi yang ada, termasuk potensi yang ada di sekolah dengan segala keterbatasannya.




Friday, March 27, 2015

Artikel ini membahas tentang Teknik Pergelaran Teater di Sekolah. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Teknik Pergelaran Teater di Sekolah



Teknik adalah cara, upaya, strategi dan metode untuk memudahkan kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Terkait teknik dalam pergelaran Teater dapat dipahami sebagai suatu cara dan upaya kalian bersama teman-teman satu kelas atau kelompok yang dibentuk untuk terlibat dalam merencanakan, mempersiapkan, mempergelarkan karya Teater yang kalian ciptakan.

Karya Teater yang Kamu ciptakan adalah hasil dari proses kreatif yang dilakukan bersama (kolektif). Karena itu di dalam mencipta karya Teater perlu dibangun etos kerja yang optimal dan saling percaya, Teknik pergelaran Teater yang dapat Kamu lakukan bersama-sama teman Kamu dalam pergelaran dapat dibagi dalam dua wilayah kegiatan. Wilayah kegiatan artistik dan non artistik. Kegiatan wilayah artistik bertugas untuk menyiapkan materi (produk) Seni Teater. Wilayah non artistik bertugas sebagai penyelenggara pergelaran.
Teknik Pergelaran Teater di Sekolah

Pelaksana wilayah kegiatan artistik dan non artistik dalam pergelaran Teater dapat dilakukan secara bersama-sama dan bekerjasama dengan cara membentuk panitia pergelaran. Wilayah kerja bagian artistik dapat ditanggungjawabi oleh Kamu, Teman Kamu, Guru atau Instruktur Teater yang mampu untuk mewujudkan karya Teater. Selanjutnya, untuk wilayah bagian non artistik dapat dilakukan dengan cara mengangkat Kamu atau Teman Kamu sebagai Ketua pelaksana produksi dengan sebutan popular “Pimpinan Produksi“.

Dengan demikian, secara teknis pergelaran Teater adalah suatu kegiatan yang tidak dapat lepas dari kegiatan manajemen dengan memfungsikan sumber-sumber yang ada, meliputi; siswa, guru dan orang tua; keuangan; metode; mesin/teknologi; bahan dan alat; sampai pada pemasaran jika memungkinkan.

Pergelaran Teater dapat kalian lakukan dengan cara pembagian wilayah kerja; artistik dan non artistik, meliputi kegiatan: perencanaan, persiapan, pergelaran dan pasca pergelaran.





Artikel ini membahas tentang Unsur-unsur Pergelaran Teater. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Unsur-unsur Pergelaran Teater

Suatu pergelaran seni, termasuk pergelaran Teater mempunyai persyaratan. Persyaratan dimasksud sebagai unsur penting dalam terselenggaranya pergelarann Teater. Tanpa adanya persyaratan itu, pergelaran seni atau peristiwa seni tak akan terwujud. Unsur penting itu meliputi adanya unsur Panitia pergelaran, materi pergelaran Teater, dan penonton.

1. Panitia Pergelaran

Panitia adalah sekelompok orang-orang yang membentuk suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini, organisasi yang dibentuk dengan system panitia. Dengan system kepanitiaan dalam pergelaran seni, termasuk pergelaran Teater sangat cocok untuk diterapkan. Karena pembentukan organisasi dengan system panitia mempunyai kemudahan, yakni mudah dibentuk dan mudah pula untuk dibubarkan tanpa adanya ikatan kerja yang rumit.

Organisasi dalam system kepanitiaan ini, menempatkan pimpinanya bersifat kolegial atau dewan, artinya terdiri dari beberapa orang. Segala keputusan diambil dan dipertanggungjawabkan secara bersama-sama dengan waktu pergelaran bersifat praktis, artinya panitia dengan cepat dibentuk dan cepat pula untuk dibubarkan setelah laporan kegiatan dilaksanakan. Penyelenggaraan pergelaran mempunyai dua komponen penting, yakni adanya: panitia artistik atau pemateri atau kreator seni dibawah pimpinan seorang Sutradara (art director) dan panitia non artistik atau penggiat seni dipimpin oleh seorang Pimpinan Produksi yang dipilih dan diangkat atas musyawarah kelas atau teman dalam kelompok yang dibentuk.

2. Materi Pergelaran Teater

Syarat kedua sebagai unsur penting di dalam pergelaran Teater adanya unsur materi seni atau karya teater. Materi pergelaran yang dimaksud adalah wujud karya teater yang dibangun melalui proses kreatif melalui tahapan dengan menggunakan medium tertentu bersifat kolektif (bekerja bersama) dengan wilayah kerja dan tanggungjawab secara bersama (kolaborasi). Unsur penting selanjutnya di dalam pergelaran teater adalah hadirnya penonton

3. Penonton

Unsur-unsur Pergelaran TeaterPenonton adalah orang-orang atau sekelompok manusia yang sengaja datang untuk menyaksikan tontonan. Penonton dapat juga dikatakan sebagai apresiator, penikmat, penilai, dst. pada materi seni (seni teater) yang di pergelarkan. Oleh sebab itu, kedatangan penonton dalam suatu pergelaran adalah bersifat mutlak. Tanpa penonton, pergelaran teater adalah kesia-siaan atau kegiatan mubazir. Karena pergelaran teater membutuhkan suatu penilaian, penghargaan atau kritikan dari sebagai Apresiator Teater orang lain dalam rangka menciptakan peristiwa seni sebagai peristiwa budaya.

Menonton, mengapresiasi adalah sikap menerima, menghargai dan sekaligus mengkritisi pesan yang disampaikan pergelaran karya seni. Penilaian pada pergelaran seni untuk setiap penonton sangatlah berbeda dan bersifat relative. Oleh sebab itu, berpijak pada keragaman latarbelakang penonton dan pengalaman seni, penonton dalam hubungan pergelaran seni (Teater) dapat dibedakan dalam tiga golongan, yakni penonton: awam, tanggap dan kritis.

  1. Penonton awam adalah penonton penikmat seni dengan kecenderungan kurang atau tidak dibekali dengan pengetahuan dan pengalaman seni. Dalam hal ini wawasan dan pengalaman seni Teater.
  2. Penonton tanggap, artinya penonton bersikap responsif dengan kecenderungan mempunyai wawasan dan pengalaman seni, tetapi tidak ditindaklanjuti untuk mengulas pada apa yang pergelaran yang ditontonnya cukup untuk dipahami dan dinikmati sendiri.
  3. Penonton kritis, adalah penonton dengan bekal keilmuan dan pengalaman seni lalu melakukan ulasan atau menulis kritik pergelaran dan dipublikasikan dalam forum ilmiah, diskusi sampai media cetak dan elektronik.






Wednesday, March 25, 2015

Artikel ini membahas tentang Unsur-unsur pada Seni Rupa 2 Dimensi. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Unsur-unsur pada Seni Rupa 2 Dimensi

Unsur-unsur Seni Rupa 2 Dimensi harus difahami oleh seorang seniman agar dapat menghasilkan sebuah karya yang baik. Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibagi 2, yaitu karya seni rupa dua dimensi yang mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi yang mempunyai tiga ukuran atau mempunyai ruang.

Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa ada yang dibuat dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis. Karya seni rupa semacam ini dikategorikan dalam jenis karya seni rupa terapan (applied art). Pembuatan karya seni (rupa) terapan ini biasanya melalui proses perancangan (desain). Pertimbangan aspek-aspek kerupaan dalam karya seni terapan berfungsi untuk memperindah bentuk dan tampilan sebuah benda serta meningkatkan kenyamanan penggunaanya.

Selain berdasar bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya seni rupa juga digolongkan berdasar karakteristik media, teknik, bahan serta orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik ini kita mengenal berbagai jenis karya seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya dan desain.
Unsur-unsur pada Seni Rupa 2 Dimensi

Unsur dan Objek Karya Seni Rupa 2 Dimensi


Unsur-unsur seni rupa 2 dimensi adalah :
1) Garis (line)
Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya. Garis dapat juga digunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.

2) Raut (Bidang dan Bentuk)
Unsur rupa lainnya adalah “raut” yang adalah tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” biasanya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang mempunyai volume (mass).

3) Ruang
Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa itu. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang-gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

4) Tekstur
Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang sebab pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap.

5) Warna
Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa teknik Contoh penggambaran tekstur penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik.

6) Gelap-Terang
Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul sebab adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang terkena cahaya akan tampak lebih gelap.

Penataan unsur-unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip-prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada biasanya dapat membentuk sebuah karya seni baik dan indah. Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip-prinsip dasar ini adalah unsur non fisik dari karya seni rupa.




Artikel ini membahas tentang Teknik-teknik Dasar dalam Seni Peran. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Teknik-teknik Dasar dalam Seni Peran


Teknik-teknik dasar dalam seni peran tentu saja harus diketahui oleh seorang pelakon. Dalam memerankan suatu lakon dalam seni teater membutuhkan karakter yang cocok dengan cerita yang akan dipentaskan. Salah satu dari fungsi teater adalah sebagai media ekspresi. Oleh sebab itu, sebagai seorang pemain harus mampu mengekspresikan diri. Diperlukan teknik tekinik khusus di dalam bermain seni teater, sehingga karakter peran yang dimainkannya dapat dijiwai dengan baik. Adapun teknik teknik dalam bermain teater adalah seperti berikut ini:

1. Teknik Olah Tubuh
Pemain teater membutuhkan olah tubuh sebagai stamina pemain didalam memerankan suatu lakon sebab pementasan seni teater bisa berlangsung lama dan secara langsung, tidak seperti pada seni film yang bisa istirahat untuk lalu dilanjutkan kembali. Sehingga ketahan pemain harus benar benar dalam kondisi prima atau baik. Latihan latihan olah tubuh yang dapat dilakukan pemain teater adalah seperti berikut ini:

  1. Menggeleng dan memutar kepala. Gerakan ini dilakukan agar otot otot leher tidak kaku sehingga peredaran darah ke otak bisa lancar.
  2. Melemaskan otot otot tangan dengan cara lengan diputar, direntangkan ke atas, dan ke bawah.
  3. Menggerakkan kaki dengan cara tidur terlentang lalu kaki ditekuk dan diluruskan, kaki diangkat lalu diluruskan kembali.
  4. Membungkukkan badan dengan lemas lalu ditegakkan kembali.

Teknik-teknik Dasar dalam Seni Peran

2. Teknik Olah pikiran
Teknik ini diperlukan pemain untuk membantu dalam penjiwaan suatu lakon atau peran. Beberapa latihan ini adalah seperti berikut ini:

  1. Teknik Olah Pikiran dari Jiwa, teknik ini adalah pemutusan pikiran dengan perasaan, emosijiwa, serta rasa senang, sedih, kagum, percaya diri, bahagia, sakit hati, dan malu.
  2. Teknik olah pikiran dari mengingat karakter tokoh.
  3. Teknik olah pikiran dari Pancaindra, teknik ini adalah pemusatan pikiran dengan mengingat kembali tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan panca indra. Misalnya rasa manis, pahit, asam, pedas, asin, dingin panas, enk, mencium bau yang sedap, bau yang tidak sedap, mendengar suara jeritan, tertawa, suara lembut, melihat pemandangan yang indah dan suram.

Dari beberapa macam tekinik olah pikiran, hal hal yang harus dilakukan seoran pemain, antara lain adalah:
a. Harus Berkonsentrasi dengan baik.
b. Harus Fokus pada suatu hal.
c. Mempunyai Daya imajinasi.
d. Mampu melakukan observasi pada lingkungan.
e. harusbisa menghayati setiap peran yang dimainkan
f. Mampu melakukan improvisasi.
g. Dapat membangun suatu karakter tokoh atau lakon.

3. Teknik Olah Suara
Seorang pemain teater harus sanggup dalam berolah suara atau kata sebab hal ini menjai landasan utama, yaitu setiap kata yang diucapkan oleh pemain harus jelas dan sesuai dengan karakter yang dimainkannya sehingga bisa dipahami oleh penontonya. Untuk itu diperlukan beberapa teknik olah suara, antara lain:

  1. Teknik pernapasan baik (pernapasan diafragma)
  2. Teknik penguasaan artikulasi baik. Artikulasi adalah cara pengucapan vokal seperti a, i, u, e, o diftong seperti ai, au, konsonan seperti m, ny, n, ng.
  3. Diksi yang jelas
  4. Intonasi yang jelas.
  5. Melatih suara dalam berbagai posisi seperti duduk, berdiri, bergerak, dan berbaring.





Sunday, March 22, 2015

Artikel ini membahas tentang Perbedaan antara Teater dan Drama. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perbedaan antara Teater dan Drama


Istilah drama dan teater mengandung pengertian yang berbeda. Berikut ini dipaparkan beberapa uraian tentang istilah drama dan teater. Dalam Kamus Istilah Sastra dikemukakan bahwa drama adalah karya sastra yang memiliki tujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan tikaian dan emosi lewat lakuan dan dialog, lazimnya dirancang untuk pementasan panggung sedangkan teater adalah (1) istilah lain untuk drama dan (2) kumpulan karya drama seseorang atau suatu bangsa (Sudjiman (ed.) 1984: 20 dan 74).

Perbedaan antara Teater dan DramaMenurut M. Noor Said (2009: 1-3) teater berasal dari bahasa Yunani yaitu theatron yang berarti takjub memandang. Secara etimologis, teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium. Sementara, dalam arti luas teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Namun dalam arti sempit, teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media: percakapan, gerak, dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis. Ditunjang dengan dekorasi, musik, nyanyian, tarian, dan sebagainya. Misalnya wayang orang, ketoprak, ludruk, arja, reog, lenong, topeng, dagelan, dan sebagainya.

Teater sebagai tontonan mempunyai dua bentuk, yaitu teater modern dan teater tradisional. Teater tradisional tidak menggunakan naskah. Sutradara hanya menugasi pemain untuk memainkan tokoh tertentu. Para pemain dituntut mempunyai spontanitas dalam berimprovisasi tinggi. Contoh teater tradisional antara lain ludruk (Jawa Timur), ketoprak (Jawa Tengah), dan lenong (Jawa Barat). Teater modern menggunakan naskah yang dipegang teguh, dipatuhi dan dilaksanakan seluruhnya. Penataan panggung, musik pengiring, penataan lampu, percakapan dan gerak pemain harus mengikuti naskah.
Sementara itu, pengertian drama yaitu kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh penonton, dengan media percakapan, gerak dan laku, dengan atau tanpa dekorasi (seting), didasarkan atas naskah yang tertulis (hasil dari seni sastra) dengan atau tanpa musik, nyanyian, dan tarian.

Kata drama berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bereaksi, bertindak. Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, action, (segala yang terlihat dalam pentas/panggung) yang menimbulkan perhatian, kehebatan, dan ketegangan pada pendengar atau penonton. Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan gerak di hadapan penonton.
Seni drama adalah suatu tontonan hasil perpaduan dari cabang seni lainnya antara lain:

1. Seni sastra untuk naskah cerita
2. Seni lukis untuk tata rias dan tata panggung
3. Seni musik untuk musik pengiring
4. Seni tari untuk gerak gerik pemain
5. Seni peran untuk pemeranan tokoh.

Beberapa istilah yang mempunyai kedekatan makna dengan drama, yaitu sebagai berikut.

1. Sandiwara

Istilah ini diciptakan oleh Mangkunegara VII, berasal dari kata bahasa Jawa sandhi yang berarti rahasia dan warah yang berarti pengajaran. Oleh Ki Hajar Dewantara istilah sandiwara diartikan sebagai pengajaran yang dilakukan dengan perlambang atau secara tidak langsung.

2. Lakon

Lakon mempunyai beberapa arti, yaitu (1) cerita yang dimainkan dalam drama, wayang, atau film, (2) karangan yang berupa cerita sandiwara, dan (3) perbuatan, kejadian, peristiwa.

3. Tonil

Istilah tonil berasal dari bahasa Belanda toneel, yang artinya pertunjukan. Istilah ini popular pada masa penjajahan Belanda.

4. Pentas

Pengertian sebenarnya adalah lantai yang agak tinggi, panggung, tempat pertunjukan, podium, mimbar, tribun.

5. Sendratari

Kepanjangan akronim ini adalah seni drama dan tari, artinya pertunjukan serangkaian tari-tarian yang dilakukan sekelompok orang penari dan mengisahkan suatu cerita tanpa dialog.

6. Opera

Opera berarti drama musik, yaitu drama yang menonjolkan nyanyian dan musik.

7. Operet

Opera kecil, singkat, pendek.

8. Tablo

Tablo yaitu drama yang menampilkan kisah dengan sikap dan posisi pemain, dibantu oleh pencerita. Pemain-pemain tablo tidak berdialog.
Adrian Darma Wijaya membedakan ciri-ciri drama dan teater sebagai berikut.

1. Drama

  • drama tidak memerlukan pengucapan vokal yang cukup kuat, sebab diperkuat atau diambil oleh microfone
  • emosi tidak perlu kuat, sebab akan diperkuat oleh kamera yang mengambil secara short shoot atau close up
  • make up cukup tipis, sebab akan diperkuat oleh kamera
  • pengambilan adegan secara partial atau sebagian-sebagian yang dipotong-potong menjadi sangat pendek-pendek sesuai dengan yang akan diceritakan, sehingga adegan yang salah bisa diulang-ulang hingga mencapai seperti yang dikehendaki oleh sutradara


2. Teater

  • pengucapan vokal harus sangat kuat, sebab penampilan dilakukan di atas panggung dan vokal harus terdengar hingga penonton di barisan yang paling belakang
  • emosi atau perasaan harus ekstreem, sebab penampilan dilakukan di atas panggung dan emosi atau perasaan harus terlihat hingga penonton di barisan yang paling belakang
  • make up harus ekstrem, sebab penampilan dilakukan di atas panggung dan make up harus terlihat hingga penonton di barisan yang paling belakang.
  • adegan dari awal hingga akhir penampilan atau show harus sempurna, sebab tidak ada jeda atau pengulangan bagi adegan yang salah, salah pada salah satu adegan atau dialog, maka rusaklah semua performa yang sedang ditampilkan (http://groups.google.com/group/soc.culture.australian/)


Perbedaan drama dan teater adalah sebagai berikut.

1. Drama

  • Arti pertama dari Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (axciting), dan ketegangan pada para pendengar.
  • Menurut Moulton : Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action).
  • Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan kehendak dengan action.
  • Menurut Balthazar Vallhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sifat manusia dengan gerak.
  • Arti kelima drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton (audience).


2. Teater

  • ada yang mengartikan sebagai “gedung pertunjukan”
  • ada yang mengartikan sebagai “panggung” (stage)
  • secara etimologi (asal kata), teater adalah gedung pertunjukan (auditorium).
  • dalam arti luas teater adalah kisah hidup dah kehidupan manusia yang dipertunjukan di depan orang banyak. Misalnya wayang orang, ludruk, lenong, reog, sulapan.
  • dalam arti sempit teater adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan dalam pentas, disaksikan oleh orang banyak, dengan media, gerak, percakapan dan laku, dengan atau tanpa dekor (layar) didasarkan pada naskah yang tertulis (hasil seni sastra) dengan atau tanpa musik

(http://www.lokerseni.web.id/2011/04/perbedaan-drama-dengan-teater.html/)
Demikian beberapa uraian tentang perbedaan istilah drama dan teater. Semoga bermanfaat.

sumber : https://niken65.wordpress.com




Saturday, March 14, 2015

Artikel ini membahas tentang Pengertian, Ragam, Tema dan Gaya Seni Rupa Murni Daerah. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian, Ragam, Tema dan Gaya Seni Rupa Murni Daerah

A. Pengertian Seni Rupa Murni Daerah
Seni Rupa Murni Daerah merupakan Gagasan manusia yang berisi nilai – nilai budaya daerah tertentu yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu sehingga menghasilakan karya seni yang indah dan bermakna.

B. Ragam Seni Rupa Murni Daerah

1. Seni Lukis Daerah
Seni Lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat  diatas bidang yang datar. Dan mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya dan mengandung nilai budaya daerah yang bersangkutan. Contoh lukisan dari daerah Kalimatan dan Sumatera dapat kita lihat pada gambar berikut ini.

Pengertian Seni Rupa Murni Daerah
contoh lukisan daerah Kalimantan
Pengertian, Ragam, Tema dan Gaya Seni Rupa Murni Daerah
contoh lukisan daerah Sumatera

2. Seni Patung Daerah
Seni Patung adalah cabang dari karya seni rupa yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan,alat,dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Contoh patung dari daerah Jawa dapat dilihat pada gambar berikut.

contoh patung daerah Jawa


C. Tema Seni Rupa Murni Daerah

Kebutuhan hidup manusia dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

  1. Kebutuhan Primer, yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan pangan, sandang dan papan
  2. Kebutuhan Sosial, yang berkaitan dengan manusia yang lain.
  3. Kebutuhan Integratif, yang berkaitan dengan citarasa keindahan.
Tema yang sering muncul dalam karya seni rupa adalah hal seputar manusia dan hubungan dengan dunianya.
·Manusia dan dirinya sendiri
·Hubungan manusia dengan manusia yang lain
·Hubungan manusia dengan alam sekitarnya
·Manusia dengan kegiatannya
·Manusia dengan alam benda
·Hubungan manusia dengan alam khayal

D. Gaya Seni Rupa Murni Daerah
Gaya seni rupa tradisional dapat dibedakan menjadi dua gaya, yaitu Primitif dan Klasik.
1. Primitif
Istilah primitif diambil dari kata Prima yang berarti pokok atau hal yang mendasar . Hal ini dapat dilihat dari kesederhanaan bentuk dan warnanya. Contoh seni patung bergaya primitif seperti terlihat pada gambar berikut ini.
contoh seni patung bergaya primitif

2. Klasik
Klasik mengandung pengertian kuno atau zaman dahulu kala. Gaya klasik ini dipengaruhi oleh budaya India melalui agama Hindhu dan Budha. Hal ini dapat dilihat dari bentuk bangunan candi dan patung, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Contoh seni patung bergaya klasik seperti terlihat pada gambar berikut ini.

contoh seni patung bergaya klasik






Artikel ini membahas tentang Pengertian dan Contoh Seni Rupa 2 dan 3 Dimensi. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian dan Contoh Seni Rupa 2 dan 3 Dimensi

Berbagai karya seni rupa di sekeliling kita, mempunyai banyak macam ragamnya. Keragaman itu dapat terluhat dari bentuknya, warnanya, bahan bakunya, alat pembuatannya, fungsinya atau pemanfaatannya. Dari begitu banyak ragamnya tadi, para pakar membuat penggolongan mengenai jenis-jenis karya seni rupa.

Penggolongan atas jenis seni rupa adalah pembedaan antara karakteristik karya yang satu dengan yang lainnya. Misalnya pada binatang, penggolongan dapat didasarkan pada jenis kelamin jantan dan betina, berdasar karakteristik anggota tubuhnya, warna kulitnya dan sebagainya. Demikian juga dalam hal karya seni rupa, kita dapat membedakan jenisnya berdasar fungsi atau bentuknya.

Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa terbagi dua yaitu, karya dua dimensi dan tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah Karya seni rupa yang mempunyai dua ukuran yaitu panjang dan lebar, sedangkan karya seni rupa tiga dimensi mempunyai tiga ukuran yaitu panjang, lebar dan tebal atau dapat dikatakan mempunyai ruang. Contoh karya dua dimensi dan tiga dimensi dapat dilihat pada gambar berikut ini :


Seni Rupa 2 dan 3 Dimensi
Contoh karya dua dimensi
Pengertian dan Contoh Seni Rupa 2 dan 3 Dimensi
Contoh karya tiga dimensi

masing-masing daerah di Nusantara mempunyai bahan atau media yang berbeda sesuai dengan lingkungannya. Hal ini juga berlaku pada teknik pembuatan karya seni rupanya, walaupun biasanya semua teknik yang digunakan terdapat kemiripannya, seperti beberapa teknik berikut ini :

a. Karya seni rupa 2 dimensi :

  • Untuk menggambar atau melukis digunakan teknik garis , aquarel, pointilis, plakat, arsir atau dussel.
  • Untuk grafis digunakan teknik cetak saring
  • Untuk seni batik menggunakan teknik tutup-celup

b. Karya seni rupa 3 dimensi :

  • Untuk patung digunakan teknik pahat, butsir, cor, cetak-tuang, anyaman, las sambung dan sebagainya.

Contoh seni rupa 3 dimensi yaitu: Patung, Monumen, Bangunan, Guci, Relief, Vas bunga, Candi, Boneka dan lain lain.

Seni rupa dapat diklarifikasikan ke dalam seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi (tri matra). Karya seni rupa dua dimensi adalah jenis karya seni rupa yang penampilannya hanya memerlukan dua ukuran (matra). Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi adalah jenis karya seni rupa yang ditentukan oleh tiga ukuran. Karya seni rupa tiga dimensi ini mempunyai massa atau meruang.

Pengertian dimensi adalah ukuran yang meliputi panjang, lebar, dan tinggi. Karya seni rupa yang hanya mempunyai panjang dan lebar disebut sebagai karya seni rupa dua dimensional. Sedangkan karya seni rupa yang mempunyai tiga ukuran disebut karya tiga dimensional atau trimatra. Karya seni tiga dimensi dapat dinikmati dari segala sudut pandang; dari depan, atas, samping, atau bawah. Tetapi karya seni rupa tiga dimensi yang dinikmati dari bawah tidak terlalu banyak, yaitu karya seni yang diletakkan dengan cara digantung atau melayang di angkasa.
Jika dirinci berdasar dimensinya:

  1. Karya seni rupa dua dimensi , contoh: lukisan, gambar, batik, foto, ilustrasi, kaligrafi, hiasan pada piring, dll.
  2. Karya seni rupa tiga dimensi atau trimatra, contoh; patung, monumen, mebel. rumah, pesawat, sepatu, sandal, tas, dll.
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu: karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupayang hanya mempunyai dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja. Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya. Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang mempunyai volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.