Saturday, September 20, 2014

Artikel ini membahas tentang Commedia Del ‘Arte Di Italia. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Commedia Del ‘Arte Di Italia

Commedia Del ‘Arte Di Italia merupakan bentuk teater rakyat Italia abad ke enambelas, yang berkembang di luar lingkungan istana. Drama ini biasanya ditampilkan di lapangan kota dalam panggung-panggung yang sederhana. Berdasarkan pada naskah yang berisi garis besar plot saja. Pada Commedia Del ‘Arte, para pelakunya mengenakan topeng.

Percakapan berlangsung spontan dan tanpa persiapan. Pertunjukan Commedia Del ‘Arte diselingi nyanyian dan tarian yang bersifat menyindir. Teater rakyat tersebut memberi jalan ke arah timbulnya peran-peran pantomim tradisional (seperti Haelequin, Columbine). Dengan mengikut sertakan pemain-pemain wanita membuat Commedia Del ‘arte terkesan lebih luwes.






Artikel ini membahas tentang Teater Zaman Renaisance Di Ingggris dan Perancis. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Teater Zaman Renaisance Di Ingggris dan Perancis

Teater Zaman Renaisance Di Ingggris (th. 1500 M – th.1700 M)


Kejayaan teater di zaman Yunani kuno lahir kembali di zaman Renaissance di Inggris. Disana muncul dramawan-dramawan besar seperti yang paling terkenal hingga sekarang adalah Williams yang lahir pada tahun 1564 dan wafat pada tahun 1616). Beberapa karyanya diterjemahkan oleh Trisno Sumardjo, di antaranya; Romeo & Juliet, Hamlet, Prahara, Machbeth, dll.


Teater Zaman Renaisance Di Perancins (th. 1500 M – th.1700 M)


Teater Zaman Renaisance Di Ingggris dan Perancis
Williams Shakespeare
Bangsa Perancis juga tidak ketinggalan, mereka mengambil hikmah dari kejayaan teater Yunani kuno. Mereka menamakannya sebagai “neo klasik” yang berarti klasik baru. Di mana mereka kemudian memberi jiwa baru kepada gaya klasik Yunani kuno. Yaitu gaya yang lebih halus, anggun dan mewah. Di zaman itu muncullah Moliere yang lahir pada tahun 1622 M dan wafat pada tahun 1673 M.

Sebagaimana Williams Shakespeare, Moliere juga mengarang dan mementaskan hasil karyanya sendiri, sekaligus menjadi pemeran utamanya. Beberapa karya Moliere juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, di antaranya: Dokter Gadungan, Si Bakhil, Akal Bulus Scapin, dan lain-lain.


Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




Artikel ini membahas tentang Teater di Zaman Yunani Kuno. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Teater di Zaman Yunani Kuno

Di zaman Yunani kuno, sekitar tahun 534 SM, terdapat 3 (tiga) bentuk drama, yaitu ;
  1. Tragedi, yaitu drama yang menggambarkan atau menceritakan kejatuhan sang pahlawan, biasanya ditunjukkan bahwa kejatuhan tersebut dikarenakan oleh nasib dan kehendak dewa, sehingga menimbulkan belas kasihan dan rasa ngeri
  2. Komedi, yaitu  drama yang berisi ejekan atau sindiran terhadap orang-orang yang berkuasa, tentang kesombongan maupun kebodohan mereka.
  3. Satyr, yaitu drama yang menggambarkan tindakan tragedi dan mengolok-olok nasib karakter tragedi.

Tokoh drama tragedi yang sangat terkenal adalah; Aeschylus (525 – 456 SM), Sophocles (496 – 406 SM), dan Euripides (480 – 406 SM). Tokoh drama komedi bernama; Aristophanes (446 – 386 SM). Beberapa hasil karya mereka masih tersimpan hingga sekarang. Dan sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Di antaranya; Prometheus Bound (Belenggu Prometheus) karya Aeschylus, Oedipus Rex, Oedipus Di Colonus, dan Antigone, karya Sophocles. Terjemahan Rendra, Hippolytus karya Euripides dan Lysistrata, karya Aristophanes. Terjemahan Rendra. Drama- drama ini dibahas oleh Aristoteles dalam karyanya yang berjudul Poetic.


Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




Artikel ini membahas tentang Sejarah dan Perkembangan Teater Dunia. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah dan Perkembangan Teater Dunia

Teater yang kita kenal sekarang ini sebenarnya berasal dari zaman Yunani purba. Pengetahuan kita tentang masalah teater dapat dikaji melalui peninggalan arkeologi serta catatan-catatan sejarah pada zaman Yunani purba yang berasal dari lukisan dinding, artefak, dekorasi, maupun hieroglif. Dari peninggalan-peninggalan itu tergambar adegan perburuan, siklus hidup, perubahan musim, dan cerita tentang persembahan kepada para dewa. Sekitar tahun 600 SM, bangsa Yunani purba melangsungkan upacara-upacara agama, mereka mengadakan festival tari dan nyanyi untuk menghormati dewa Dionysius yakni dewa anggur dan kesuburan. Kemudian mereka jnuga menyelenggarakan sayembara drama untuk menghormati dewa Dionysius itu.

Menurut berita tertua, sayembara eperti itu diadakan pada tahun 534 SM di Athena. Orang yang pertama kali menjadi pemenangnya bernama Thespis, seorang aktor dan pengarang tragedi. Nama Thespis tetap hidup dan dilegendakan oleh bangsa Yunani, sehingga sampai sekarang orang Yunani menyebut aktor sebagai Thespian.

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014 




Artikel ini membahas tentang Pengertian Drama Secara Umum. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Drama Secara Umum

Pernahkah kalian menonton sebuah pementasan drama ? Apa pengertian drama secara umum ?
Kata “drama”, berasal dari kata draomai (bahasa  Yunani) yang artinya berbuat, berlaku atau beraksi. Drama dalam bahasa Belanda disebut toneel, yang kemudian diterjemahkan sebagai sandiwara. Sandiwara merupakan gabungan dari dua kata Jawa, sandi (rahasia) dan wara/warah (pengajaran). Menurut Ki Hadjar Dewantara, sandiwara adalah pengajaran yang dilakukan dengan rahasia atau perlambang.

Menurut moulton, drama adalah "life presented in action" yang berarti “hidup yang dilukiskan dengan gerak". Menurut Ferdinand Verhagen: drama haruslah merupakan kehendak manusia dengan aksi. Sedangkan menurut Baltazar Verhagen: drama adalah kesenian yang melukiskan sikap manusia dengan gerak.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan, bahwa pengertian drama secara umum lebih mengacu kepada naskah lakon, yang melukiskan konflik kehidupan manusia dalam bentuk dialog, yang dipresentasikan lewat tontonan dengan menggunakan percakapan dan aksi (action) di hadapan penonton.

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014 




Artikel ini membahas tentang Pengertian Teater Secara Umum. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Teater Secara Umum


Pernahkan kalian pergi ke teater ? Apa yang dimaksud dengan teater ?
Kata “teater” berasal dari kata "theatron" (bahasa Yunani kuno) yang dalam bahasa Inggris disebut seeing place, sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti “tempat untuk menonton”. Tapi pada perkembangan selanjutnya kata teater digunakan untuk menyebut nama aliran dalam teater (teater Klasik, teater Ekspresionis, teater Romantik,  teater Realis, teater Absurd, dst).

Pengertian Teater Secara UmumKata teater juga sering dipakai untuk nama kelompok (Bengkel Teater, teater Koma, teater Mandiri, teater Tanah Air, dan lain-lain). Pada akhirnya berbagai bentuk pertunjukan (drama, tari, musical) disebut sebagai teater. eorang sutradara dan professor di Universitas New York (NYU) bernama Richard schechner memperluas batasan teater sedemikian rupa, sehingga segala macam upacara, bahkan termasuk upacara penaikan bendera, bisa dimasukkan sebagai peristiwa teater. Bahkan Peter Brook melalui bukunya “Empty Spece” berpendapat lebih ekstrem lagi tentang teater, bahwa; “sebuah panggung kosong, lalu ada orang lewat”, itu merupakan sebuah teater. Berbagai pendapat di atas melukiskan betapa luasnya pengertian teater.

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014 




Artikel ini membahas tentang Wawasan Seni Secara Umum. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Wawasan Seni Secara Umum

Apa yang dimaksud dengan wawasan seni ? Wawasan seni secara umum adalah sikap, pendekatan, pemahaman serta penghayatan seseorang terhadap kesenian dan karya seni. Wawasan seni diperlukan untuk dijadikan dasar atau tolok ukur dalam membicarakan kesenian, karena wawasan tersebut juga merupakan pemahaman dan penghayatan kita dalam menilai suatu karya seni.

Wawasan seni yang berbeda akan menentukan sikap dan pandangan yang berbeda pula dalam menghadapi kesenian secara umum dan pendidikan kesenian pada khususnya. Pada dasarnya setiap insan memiliki rasa keindahan dan rasa seni yang dapat dipupuk dan dikembangkan sejak dini. Dengan demikian, semakin bertambah usia seseorang, maka akan semakin meningkat pula kepekaan rasa keindahannya. Apa yang kalian rasakan saat melihat gambar berikut ini ?

Wawasan Seni Secara Umum

Secara alami dan tanpa disadari, manusia dikelilingi oleh aktifitas berkesenian dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya, ketika seorang ibu rumah tangga menata ruang tamu, seorang ayah menentukan cat untuk dinding dan warna gordennya. Atau ketika seorang gadis memilih pakaian yang serasi saat ia akan bepergian ke sebuah acara.

Menurut para pengamat seni atau orang yang berkecimpung dalam bidang seni, kesenian adalah suatu ekspresi dari gejolak jiwa seorang manusia yang didasarkan atas nilai-nilai etis dan estetis, yang tertuang dalam berbagai bentuk karya seni; musik, tari, seni rupa, teater dan sastra.

Pada dasarnya setiap orang memiliki rasa kepekaan yang sama terhadap keindahan. Demikian juga bagi guru dan peserta didik. Yang membedakan hanyalah kadar kepekaannya. Apabila kadar kepekaan terhadap rasa keindahan lebih tinggi, maka seseorang dapat memberikan tanggapan penghargaan yang lebih dari yang lain. Kepekaan rasa terhadap keindahan bisa dilatih oleh guru dan peserta didik dengan mengejawantahkannya ke dalam bentuk karya seni, yaitu; melalui sentuhan-sentuhan indrawi dan kepekaan rasa yang dimiliki.

Pendidikan kesenian di sekolah umum pada dasarnya bertujuan untuk mendorong, memotivasi dan mengarahkan siswa untuk mampu:
  • Mengamati, pementasan seni, baik seni tari, musik, teater atau pameran. Misalnya, menyaksikan pementasan teater melalui tayangan elektronik atau menontonnya langsung di tempat pertunjukan.
  • Menanyakan. Misalnya, menanyakan struktur dramatik, plot (alur cerita), Karakter, setting atau peristiwa dari lakon yang disaksikan.
  • Mencoba, Misalnya, menafsirkan makna dari lakon yang dipentaskan. Baik makna yang tersurat maupun yang tersirat.
  • Menalar, Misalnya, menbandingkan tayangan cuplikan adegan teater dan menyimpulkan pengertian teater berdasarkan adegang yang ditonton dan diamati. 
  • Menyajikan, Misalnya, tentang pengertian teater secara lisan dan tertulis sebagai materi diskusi kelompok di kelas.
Peserta didik harus didorong untuk dapat mengungkapkan gejolak jiwanya dan rasa keindahannya dalam bentuk karya seni, mereka dapat memilih pengungkapan rasa estetiknya itu melalui media ekspresi seperti; tari, musik, teater, dan seni rupa.

Pengertian kesenian pada dasarnya adalah suatu proses penciptaan dari keinginan manusia untuk berekspresi melalui media yang dipilih dan digunakan. antara lain; gerak, suara bunyi, laku, warna, bahan, dan garis.

Bentuk karya seni dapat berupa:
1) seni sastra (berekspresi menggunakan media kata dan bahasa),
2) seni tari (berekspresi menggunakan media gerak tubuh),
3) seni musik (berekspresi menggunakan media bunyi dan suara),
4) seni teater (berekspresi menggunakan media laku dan suara),
5) seni rupa (berekspresi menggunakan media bahan, cat (warna), garis dan wujud).

Berdasarkan atas media yang digunakan untuk mengekspresikan keindahan, kesenian dapat dibagi dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu:
1) seni sastra: prosa (novel, naskah drama, cerpen dan esai) dan puisi,
2) seni pertunjukan: musik, tari, dan drama,
3) seni rupa: lukisan, patung, grafis, kriya, dan arsitektur.


Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




Artikel ini membahas tentang Gerak Tari Beksa Panah dan Gerak Alung dalam Tari Kandangan. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Gerak Tari Beksa Panah dan Gerak Alung dalam Tari Kandangan

Gerak tari memanah dalam tari Beksa Panah berasal dari Kalimantan Selatan. Gerak tari memanah ini memiliki kesamaan antara gerak dalam tari dengan gerak yang sebenarnya, atau dengan kata lain gerak memanah pada tari Beksa Panah meniru dari gerak memanah yang sebenarnya. Dengan demikian maka gerak ini memiliki simbol gerak yang bermakna.

Selanjutnya coba lihat dan amati gerak di bawah ini. Bagaimana caranya gerak itu dilakukan. Apakah gerak itu mempunyai kemiripan dengan gerak sehari-hari. Apakah gerak ini punya arti? Bagaimana kesan kalian melihat sebuah selendang yang melayang.
Gerak Alung dalam Tari Kandangan

Gerak alung soder dalam tari Kandagan

Gerak ini bernama alung soder yang dilakukan dalam tari Kandagan dari Jawa Barat. Alung soder pada tari Kandagan adalah ciri khas pada tari Kandangan yang dilakukan untuk keperluan estetis tari dan tidak terkait dengan gerak sehari-hari. Dengan demikian, mkan sebagaiaka gerak alung soder dapat dikata gerak murni.

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




Friday, September 19, 2014

Artikel ini membahas tentang Fungsi Seni Tari. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Fungsi Seni Tari

Fungsi tari merupakan salah satu sudut pandang untuk mengamati tari-tarian tradisional. Soedarsono (1998), membagi fungsi seni tari atas dasar : (1) Pengamatan terhadap tari yang berfungsi sebagai upacara, (2) Pengamatan terhadap seni tari yang berfungsi sebagai hiburan pribadi, dan (3) Pengamatan terhadap tari yang berfungsi sebagai penyajian estetis.

1. Pengamatan terhadap tari yang berfungsi sebagai upacara
Fungsi tari dikatakan sebagai fungsi upacara, jika tari tersebut memiliki ciri: dipertunjukan pada waktu terpilih, tempat terpilih, penari terpilih, dan disertai dengan sesajian. Dalam hal ini kalian bisa mengamati tari-tari yang ada di daerah sekitar lingkunganmu atau daerah-daerah lainnya. Jika kalian  berada di Bali, tentunya tidak akan sulit menemukan tari-tari tersebut. Hampir semua tari yang dilakukan untuk acara keaagamaan memiliki fungsi upacara. Jika kalian berada Yogyakarta atau Surakarta, kalian tentu mengenal Seni Budaya tari Bedhaya dan tari Serimpi yang biasanya digelar di keraton pada setiap upacara-upacara penting, yang digelar pada waktu, tempat, dan penari terpilih.

Fungsi Seni Tari

2. Pengamatan terhadap tari yang berfungsi sebagai hiburan pribadi 
Fungsi tari dikatakan sebagai fungsi hiburan jika tari tersebut memiliki ciri gerak yang spontan. Pernahkah kalian menyaksikan orang menari dengan gerak spontan seperti itu? Orang yang sedang ramai-ramai menari diiringi musik dangdut dapat dikatakan sebagai menari untuk hiburan pribadi. Dari pengamatan kalian, mengapa mereka menari secara spontan? Pada intinya tari yang berfungsi sebagai hiburan pribadi ini dilakukan dengan tujuan untuk kesenangan sendiri atau kegembiraan yang sesaat.

3. Pengamatan terhadap tari yang berfungsi sebagai penyajian estetis 
Fungsi seni tari dikatakan sebagai fungsi penyajian estetis jika tari tersebut disiapkan untuk dipertunjukkan. Kalian pasti pernah menonton pertunjukan tari di gedung pertunjukan atau televisi. Sudah tentu kalian sering sekali menonton pertunjukan seperti itu. Banyak sekali pergelaran tari sebagai penyajian estetis itu. Menurut kalian, bagaimana caranya agar penari terlihat kompak, serempak, hapal gerakan, sesuai dengan iringannya? Tentu saja harus ada latihan yang intens dan serius dengan sesama penari dan juga harus menyesuaikan dengan musik pengiringnya.

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




Monday, September 1, 2014

Artikel ini membahas tentang Konsep Gerak Dasar Tari Tradisional. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Konsep Gerak Dasar Tari Tradisional


Kita semua pasti pernah menonton suatu pertunjukan tari, baik secara langsung atau lewat media elektronik seperti televisi, dari pertunjukan tersebut, kita dapat mengamati beragam gerak tari yang dilakukan. Pernahkan kalian mendiskusikan hasil pengamatan tersebut? Tentu diantara kalian memiliki pemahaman berbeda sebab tarian yang diamati berbeda pula. Setiap tari memiliki gerak berbeda tetapi memiliki suatu kesamaan yaitu memiliki tenaga, ruang dan waktu.

Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki kekayaan atas keragaman gerak tari yang beragam dan berbeda-beda antar suku. Tentu kita dapat melihat karakteristik gerak tari setiap etnis yang berbeda antara satu sama lainnya. Sebagi contoh gerak pada tari Melayu dan Sunda dilakukan selalu bertepatan dengan ketukan (on beat) dengan tenaga yang sedang. Tari Jawa cenderung dilakukan dengan gerak lambat dan tenaga sedang. Gerak tari Bali dilakukan dengan tenaga dan waktu gerak yang bervariasi. Perbedaan-perbedaan tersebut diakibatkan oleh tenaga yang dikeluarkan, ruang gerak, dan waktu gerakan yang berbeda-beda antara masing-masing tarian.
Konsep Gerak Dasar Tari Tradisional
Gb 1. Gerak dg unsur tenaga kuat

Perhatikanlan gerak tari pada gambar 1, gambar tersebut menunjukkan gerak tari yang memiliki unsur tenaga yang kuat, gerak dilakukan secara rampak oleh para penari, seorang penari yang diangkat oleh beberapa penari lainnya seperti mengangkat sebuah benda berat, yang memiliki arti tenaganya kuat.

Tenaga yang digunakan oleh penari untuk menyangga temannya tentu lebih besar dibandingkan dengan tenaga penari yang diangkat. Kekuatan tenaga untuk menahan beban berat temannya tertumpu pada kedua tangan. Begitu pula dalam setiap melakukan gerak, tentunya dibutuhkan tenaga. Penggunaan dalam tenaga memiliki intensitas kuat, sedang dan lemah tergantung cara penggunaan atau penyaluran tenaga tersebut.

Konsep Gerak Dasar Tari Tradisional
Gb 2. Pose gerak tangan membuka lebar

Sekarang perhatikan gerak tari yang ditunjukkan pada gambar 2. Pose gerak menunjukkan ruang gerak luas yang terlihat antara badan dan lengan yang dilakukan penari secara berkelompok. Semua penari melakukan ruang gerak yang sama. Gerak di dalam ruang dapat dilakukan sendiri, berpasangan atau kelompok. Selain memerlukan tenaga dan ruang, gerak juga memerlukan waktu. Setiap gerakan yang dilakukan membutuhkan waktu. Perbedaan cepat atau lambat gerak berhubungan dengan tempo. Jadi tempo adalah : cepat atau lambatnya gerak yang dilakukan.

Fungsi dari tempo pada gerak tari adalah untuk memberikan kesan dinamis sehingga tarian menjadi enak untuk dinikmati. Perhatikan gambar 3, pose gerak hormat penari yang satu dengan penari yang lainnya berbeda. Penari yang satu dilakukan dengan tempo yang lebih cepat, sementara penari berikutnya dilakukan dengan tempo yang lambat, pengaturan tempo tersebut dilakukan secara berbeda dengan melakukan gerakan yang sama.

Konsep Gerak Dasar Tari Tradisional
Gb 3. Gerak hormat

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




Artikel ini membahas tentang Pengertian, Konsep dan Teknik Menggubah Musik. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian, Konsep dan Teknik Menggubah Musik

Pengertian Menggubah Musik
Sebelum mendalami pengertian, konsep dan teknik menggubah musik, ada baiknya kita pahami dulu beberapa istilah yang berkaitan dengan itu. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata gubah, menggubah, sebagai kata kerja artinya adalah "mengarang" (cerita, lagu, dsb). Gubahan artinya karangan; susunan lagu (Pusat Bahasa, Depdiknas, 2008). Aransemen dapat diartikan penggubahan lagu yang disesuaikan dengan komposisi yang dikehendaki; pengangkatan lagu atau musik dari jenis pengungkapan tertentu ke jenis atau susunan pengungkapan lain (Pusat Bahasa, Depdiknas, 2008).

Dalam KBBI edisi ketiga, mengubah musik atau Aransemen  diartikan (Balai Bahasa, Depdiknas, 2001).:

  1. penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen lain yang didasarkan pada sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah; 
  2. usaha yang dilakukan terhadap sebuah karya musik untuk suatu pergelaran yang pengerjaaanya bukan sekadar perluasan teknis, tetapi juga menyangkut pencapaian nilai artistik yang dikandungnya 

Dari pengertian tersebut di atas, ada beberapa hal penting yang berhubungan dengan penggubahan musik, yaitu bahwa gubahan musik merupakan suatu karya seseorang yang berdasarkan ide atau karya musik yang sudah ada dengan esensi musik yang tetap. Selain itu, gubahan musik juga bermaksud untuk memberi nilai artistik terhadap karya yang sudah ada. Dengan demikian, menggubah musik berarti memberi hal-hal baru terhadap musik yang sudah ada.

Penggubah atau pengaransemen adalah istilah bagi rang yang menggubah musik, atau dalam bahasa Inggris disebut arranger yang biasanya disingkat dengan Arr. Pengaransemen berbeda dengan pencipta. Pencipta disebut komponis atau komposer dalam bahasa Indonesia sering atau composer dalam bahasa Inggris. Apa pengertian komponis ? Komponis adalah orang yang menciptakan suatu komposisi. Akan tetapi, orang yang menciptakan suatu lagu berupa melodi, ada kalanya disertai lirik, dalam dunia musik disebut penulis lagu (song writter).

1. Mengamati


Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa menggubah berarti menata musik dari yang lama menjadi baru. Baru dalam hal ini tidak selalu secara keseluruhan tetapi dapat hanya sebagian saja, namun harus ada yang baru sebab jika tidak maka hanya meniru atau tepatnya menulis ulang hasil pekerjaan orang lain. Jadi, memungkinkan bagian tertentu yang dibaharui.

Mari sejenak kita dengarkan lagu "Simfoni Yang Indah" berikut ini. Yang pertama dinyanyikan oleh Bob Tutupoli (dapat diakses di sini). Yang kedua adalah lagu yang sama dengan penyanyi yang berbeda, yaitu oleh Once Mekel (yang dapat diakses di sini). Setelah mendengarkan dengan seksama secara keseluruhan kedua musik tersebut, amati baik-baik perbedaan ataupun persamaan kedua karya musik tersebut. Selanjutnya amati dengan cermat bagian-bagian musik yang dikembangkan, yaitu yang berbeda dengan lagu aslinya terutama konsep dan teknik aransemen yang digunakan.

Setelah mengamati dengan baik lagu yang dibandingkan di atas, lanjutkanlah dengan mendalami teknik yang digunakan dalam karya gubahan tersebut. Bila mengamati lagu yang lain, sebaiknya ada satu lagu yang asli (pertama kali dipopulerkan) dan lainnya adalah hasil gubahan (aransemen).  Dapat juga membandingkan lagu lain, seperti lagu daerah atau lagu nusantara.

2. Menanya


Setelah kita catat hasil pengamatan suatu karya gubahan, maka perlu kita cari bagian-bagian apa saja yang dapat diolah atau dikembangkan pada karya gubahan tersebut? Apakah semua unsur dasar musik seperti pengembangan unsur melodi, ritme, dan harmoni? Atau mungkin hanya sebagian saja?

Pengembangan melodi dapat juga berupa penataan ulang melodi pokok. Hal ini disebut variasi melodi atau dalam bahasa Inggris disebut melodic variation. Contohnya adalah, ketika seorang penyanyi 
menambahkan nada-nada pada akhir kalimat musik. Contoh lengkap akan disajikan kemudian.

Pengembangan melodi lainnya adalah dengan cara menambahkan melodi di luar melodi pokok. Pengembangan ini dapat berupa penambahan melodi pendek di tempat-tempat dalam lagu yang dianggap kosong atau sepi (dead spot). Teknik ini disebut filler, yakni isian yang dapat dimainkan secara langsung saat seseorang memainkan musik (fill-in) atau telah ditulis sebelumnya (melodic filler).

Kadang kala suatu musik yang akan diaransemen perlu diberi sentuhan yang mendukung gerakan akor. Biasanya suatu lagu memiliki suatu puncak atau klimaks. Sewaktu menuju ke puncak lagu tersebut dapat kita berikan suatu gerakan nada yang diambil dari unsur nada akor berlawanan yang arahnya dengan gerakan melodi utama (counter melody). Pengembangan melodi lainnya di luar melodi utama adalah obligato. Obligato adalah melodi kedua yang berfungsi mendukung melodi utama pada sebuah lagu.

3. Mengeksplorasi 

Untuk mendalami hal-hal yang telah dijelaskan di atas, perhatikan langkah- langkah yang umum digunakan pada saat menggubah suatu karya musik. Langkah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Pilih lagu yang akan digubah. Sebaiknya dimulai dari lagu yang sudah dikenal.
  2. Tentukan tujuan dari penggubahan. Penggubahan terhadap suatu musik dapat diperuntukan pada acara tertentu atau kepada kelompok pendengar tertentu sehingga aransemennya juga perlu disesuaikan. Misalnya untuk hiburan atau untuk upacara-pacara tertentu.
  3. Tentukan formatnya. Aransemen dapat dibuat untuk vocal, atau instrumental, atau gabungan antara keduanya. Untuk aransemen vocal, lagu yang sama dapat diperuntukkan untuk vocal group atau paduan suara jenis acapella. Untuk instrumental kita dapat memilih format seperti combo band atau band orchestra. 
  4. Buat sketsa. Sebelum menulis partitur lagu secara lengkap sebainya membuat garis besarnya terlebih dahulu. Misalnya pada bagian mana suatu jenis alat musik berbunyi atau di bagian mana musik harus diulang. 
  5. Tulis partiturnya secara lengkap. 
  6. Coba mainkan. Setelah menulis partiturnya, cobalah mainkan hasil aransemen tersebut sebelum ditampilkan di depan umum.
  7. Revisi. Perbaiki hal-hal yang dirasa perlu untuk direvisi. Teliti ulang notasi dan tanda-tanda yang diperlukan supaya pemain dapat dengan mudah membaca dan memainkanya.

Setelah memahami hal-hal ang telah dijelaskan di atas, pilihlah sebuah lagu dan mulailah untuk membuat aransemennya. Mari kita coba berlatih menggubah musik, contoh untuk latihan kita pilih lagu Indonesia Pusaka untuk vokal. Indonesia pusaka yang ditulis oleh Ismail Marzuki merupakan lagu wajib yang pasti sudah kita kenal.

4. Mengasosiasi


Perhatikan contoh lagu Indonesia Pusaka yang telah diaransemen dengan jarak nada 6 sebagai patokan secara keseluruhan antara suara Sopran dan Tenor. Artinya adalah : jarak (interval) antara suara yang satu dengan lainnya adalah 6. Namun kedua suara disusun berdasarkan rasa atau gerakan akor yang telah dirancang sebelumnya.
Pengertian Menggubah Musik

Menggubah musik merupakan aktivitas yang angat menyenangkan karena kita dapat mengkreasikan bunyi musik yang kita inginkan. Menggubah lagu melalui alat musik, seperti gitar atau piano, lebih leluasa dibandingkan dengan vokal karena musik vokal memiliki keterbatasan jangkauan suara (ambitus). Jangkauan suara piano ada yang mencapai lebih 7 oktaf dan dapat dimainkan lebih dari satu nada (akor) sehingga membuat penggubah lebih leluasa untuk menuangkan gagasan musik yang diinginkannya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menggubah musik dapat dilakukan dengan membuat musik menjadi baru seluruhnya atau hanya sebagian musik saja yang ditata ulang. Misalnya, akor lama diganti dengan akor baru atau pola irama yang lama tetap dipertahankan tetapi bagian melodinya diaransemen kembali. Demikian juga halnya bila suatu melodi lagu asli dibawakan oleh vokal, kemudian pada aransemen baru dimainkan oleh suatu instrumen musik. Hal tersebut dapat diasosiasikan dalam seni rupa sebagai perubahan warna. Suatu aransemen musik akan dibuat menjadi baru seluruhnya atau hanya sebagian saja sangat tergantung dari tujuan penggubahan musik dan pertimbangan rasa keindahan bunyi yang ingin diungkapkan oleh sang penggubah.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh penggubah dalam mewujudkan karya musiknya. Setiap penggubah tentu memiliki gaya dan kebiasaan sendiri-sendiri dalam mengaransemen musik, namun langkah-langkah berikut ini dapat dijadikan pedoman sebagai gambaran umum tahapan penggubahan musik.
  1. Pelajari (hayati) lagu yang akan diaransemen.
  2. Imajinasikan akan diaransemen menjadi musik seperti apa  lagu tersebut, misalnya akan diaransemen dengan gaya keroncong, pop, mars, R&B, atau himne.
  3. Tentukan format dan instrumen musik yang akan digunakan, misalnya solo dengan iringan piano atau permainan bersama, seperti anasambel, combo band, atau band orksetra.
  4. Jika aransemen yang akan dibuat menggunakan rhythm style berupa pola irama tertentu, maka buatlah dahulu rhythm section (iringannya) beserta akornya. Pada combo band, rhythm section dimainkan oleh gitar, piano, bas, dan drum serta, jika diperlukan, dapat ditambahkan beberapa alat pukul (perkusi) latin. Pada bagian ini, akor yang digunakan sudah disusun sesuai dengan melodi lagu yang diaransemen.
  5. Kemudian, bagian kembangkanlah melodi untuk memperkaya aransemen yang akan dibuat.
  6. Selama menggubah musik, lakukan evaluasi secara terus menerus untuk menjaga agar konsep musikal yang telah dirancang di awal dapat diwujudkan dengan baik.
Adapun bagian-bagian yang dapat dikembangkan dalam aransemen mencakup melodi, harmoni (akor), dan irama. Coba dengarkan beberapa karya musik, misalnya lagu popular atau keroncong, ketiga unsur tersebutlah yang dikembangkan oleh penggubahnya.

Sebelum mengembangkan bagian melodi, buatlah dahulu penataan akor dan irama musik yang akan diaransemen. Misalnya, bila ingin mengransemen dalam gaya musik popular, maka akor-akor pokok (primer: I, IV, V) dapat menjadi dasar pembuatannya. Penggunaan akor sekunder digunakan hanya bila diperlukan.

Pilihlah salah satu pola irama pengiring lagu yang akan diaransemen dari salah satu pola irama yang sudah ada, seperti bossanova,  rock, reggae, atau keroncong. Beberapa irama musik daerah juga dapat  kita adaptasi atau dijadikan dasar untuk pengembangan irama pengiring. Irama tersebut tinggal disesuaikan dengan alat musik yang tersedia.

5. Mengomunikasikan

Kita sudah mendalami beberapa konsep dan teknik untuk mengembangkan suatu karya musik. Untuk kegiatan selanjutnya, aranesmenlah salah satu karya musik. Buatlah itu dalam format vocal dan atau instrument musik. Kemudian sajikan dalam bentuk partitur musik. Perhatikan setiap detail musiknya apakah sudah sesuai dengan rasa musik yang diinginkan dengan teknik penulisan yang sesuai. Sajikan itu didepan penonton, dan bila mungkin mainkan musik itu dengan komputer yang ada program pemutar musiknya.

Ada dua jenis pengembangan melodi, yaitu (1) pengembangan melodi asli atau melodi utama dan (2) pengembangan melodi di luar melodi utama. Pengembangan melodi utama dapat kita lakukan dengan variasi. Pengembangan melodi di luar melodi utama bisa kita lakukan dengan menambahkan melodi pendek sebagai pengisi kekosongan (filler) dan obligato yang berfungsi sebagai melodi kedua.

Variasi melodi dapat kita ciptakan jika melodi utama dirasa kurang sesuai dengan aransemen yang direncanakan. Variasi itu dapat berupa variasi ritme melodi utama dan variasi nada. Pada variasi ritme, dapat kita lakukan dengan mendahului ritme yang seharusnya atau dengan menundanya.


Sumber :

  1. S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014
  2. Wikipedia